Tips Berumah Tangga dari Haji Kirun

Kirun

Kirun

Masyarakat Indonesia tentu kenal  Kirun. Popularitas pemilik  nama lengkap Haji Muhammad  Syakirun ini mampu menembus nusantara, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Hongkong.

Meski sudah terkenal, Pak Haji (begitu dia biasa disapa)  tetap memilih domisili di Madiun. Sampai saat ini dia tidak tertarik pindah ke ibukota. “Jakarta terlalu sempit!”, ujarnya . “Enakan tinggal di Madiun,  bisa dapat rezeki Jakarta, tapi pengeluaran tetap daerah”, cetusnya sambil tertawa.

Secara kebetulan, penulis  berjumpa  pelawak tersohor ini ketika menginap di Hotel Kintamani,  Desa Sarangan, sebuah kawasan wisata  pinggir danau di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.  Ternyata tokoh yang biasa membuat orang cengengesan ini  sangat serius ketika  membicarakan persoalan rumah tangga. Menurutnya, rumah tangga itu layaknya sebuah negara kecil, kalau tidak dimenej dengan baik akan jadi berantakan.

Berikut petikan wawancara penulis dengan pelawak  yang biasa dipanggil Pak Haji tersebut.

Menurut Pak Haji mengapa banyak orang sulit mempertahankan rumah tangga?

Ya, mungkin panjenengan (Anda –red) menanyakan hal ini karena sering melihat rumah tangga artis yang sering kawin cerai. Menurut saya,  persoalan itu harus dilihat dari nawaitu (niat –red) orang itu dalam berumah tangga. Kalau nawaitunya benar, dijamin dia akan bisa mempertahankan rumah tangganya.

Mungkin Pak Haji bisa menjelaskan hal tersebut pada kami?

Ya, nawaitu orang berumah tangga itu apa sih? Akan melaksanakan sunah Rasulullah. Jadi niatnya ngibadah (beribadah –red), biar dapat barokah. Persoalan makan kurang asam dan kurang pedas itu biasa terjadi dalam rumah tangga. Bahkan persoalan dalam rumah tangga itu lebih berat dari persoalan negara. Sekerasnya Amerika, lebih keras lagi problem rumah tangga. Namun kalau niatnya ngibadah, segala sesuatu persoalan  yang timbul  harus diniati ibadah biar dapat barokah dari persoalan tersebut.

Persoalan apa saja yang paling berat dalam berumah tangga?

Paling berat  adalah bagaimana mendalami rumah tangga. Apalagi bagi mereka yang  berumah tangga itu hanya atas dasar cinta tok atau  senang tok. Biasanya pasangan  seperti ini tidak bisa memahami posisinya masing-masing dalam rumah tangga. Mereka belum tahu tugas pokok istri  ke suami dan tugas pokok suami  ke istri.  Maka kalau ada persoalan biasanya mereka sulit menyelesaikan.

Saran Pak Haji untuk mengatasi persoalan rumah tangga?

Kalau Anda sudah berani mengarungi bahtera rumah tangga, maka Anda harus berani mengendalikannya. Caranya, bukan dengan hartanya yang numpuk serta cintanya yang muluk-muluk,  tapi  dengan memperkuatkan agama. Juga jangan ego!

Bagaimana saran Pak Haji untuk para suami?

He .. hee .. heee… Cowok itu pendek rambutnya, tapi panjang jangkauannya. Kelakuannya sering ngelantur kemana-mana. Cowok itu penentu surga dan neraka dalam rumah tangga. Maka jangan melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan, karena berpengaruh terhadap rezeki, karier, dan sebagainya, sehingga mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Kalau  saran Pak Haji untuk para istri?

Cewek itu berbeda dengan cowok. Meski panjang rambutnya, tapi cepak (pendek –red) nalarnya, sehingga yang sering bunuh diri itu cewek. Maka kalau ada persoalan, secepatnya berkomunikasi dengan orang tua. Kalau bisa, coba ke kakak atau teman yang lebih tua yang bisa diajak curhat. Tapi teman yang dipilih hendaknya yang dipercaya dan menguasai persoalan.

Lalu bagaimana dalam mendidik anak?

Orang tua harus menyediakan waktu untuk pendidikan anaknya. Penting sekali menanam budi pekerti kepada anak-anaknya. Misalnya tentang penghormatan kepada yang lebih tua. Memanggil kakak ya kakak! Rasa hormat pada orang tua akan menimbulkan rasa hormat kepada guru, kepada pemerintah, kepada negara, dan kepada semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>