Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”. Continue reading

Memahami Proses Terjadi Berita

Setiap waktu masyarakat diterpa bermacam berita dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, bahkan melalui akun jejaring sosial dan BlackBerry Mesenger.  Banyak berita tersebut yang berguna karena informasinya sangat dibutuhkan, namun tidak sedikit berita itu hanya layak menjadi sampah karena tidak akurat dan bahkan menyesatkan.

Tulisan ini memberi gambaran tentang proses terjadinya berita agar masyarakat bisa jelas  menilai berita yang disiarkan oleh media massa. Continue reading

Memahami Ruang Lingkup Jurnalistik

A. Pendahuluan

1. Pengertian Jurnalistik

Kata jurnalistik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda, Jurnalistiek. Bahasa Inggrisnya Journalism. Baik Jurnalistiek maupun Journalism berasal dari bahasa Latin, diurnalis[1]. Secara harfiah jurnalistik atau jurnalisme berarti pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dalam suratkabar, dan sebagainya[2].

Dalam konteks komunikasi, jurnalistik diartikan sebagai “cara penyampaian pesan  menggunakan media massa periodik”.  Media massa adalah singkatan dari media komunikasi massa, merupakan   alat perantara dalam penyampaian pesan (message) kepada banyak massa. Massa di sini artinya adalah banyak orang, tersebar luas, heterogen (beragam), dan anonim (tidak semua bisa dikenali).

Media massa periodik adalah media massa yang terbit atau disiarkan secara teratur pada waktu yang tetap sebagaimana telah ditentukan sebelumnya, misalnya tiap jam,   tiap hari, tiap  minggu, dan sebagainya.. Continue reading