Ijazah Palsu

Menteri Ristek & Dikti, M. Nasir  mengungkapkan, pemegang ijazah palsu bisa diancam hukuman 10 tahun penjara  dan denda Rp 1 Miliar. Ancaman tersebut sangat berat, bahkan lebih berat dibanding hukuman untuk pengedar narkoba.

Menurut saya, hukuman berat bagi pemegang ijazah palsu pantas jika motif mereka memang untuk menipu orang lain, apalagi untuk menipu negara. Misalnya, bagi yang menggunakan gelar untuk menjadi pegawai, sebagai syarat kenaikan jabatan, atau agar bisa diakui sebagai  staf ahli pada sebuah proyek pemerintah. Continue reading