Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”. Continue reading

Memahami Proses Terjadi Berita

Setiap waktu masyarakat diterpa bermacam berita dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, bahkan melalui akun jejaring sosial dan BlackBerry Mesenger.  Banyak berita tersebut yang berguna karena informasinya sangat dibutuhkan, namun tidak sedikit berita itu hanya layak menjadi sampah karena tidak akurat dan bahkan menyesatkan.

Tulisan ini memberi gambaran tentang proses terjadinya berita agar masyarakat bisa jelas  menilai berita yang disiarkan oleh media massa. Continue reading

Fakta dan Nilai Berita

Seperti dijelaskan oleh tokoh pers Indonesia, Jakob Utama (1987), berita itu  bukan fakta,  berita adalah laporan tentang fakta (view),  maka setiap wartawan harus mampu mengumpulkan dan memilih fakta layak berita. Mereka harus mampu mengenali setiap fakta dan mampu menentukan fakta yang memiliki nilai berita (news value).

Humas Polda Metro

Fakta adalah realita atau kenyataan, “hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi” (KBBI).  Realita itu bisa berupa: 1)  fakta peristiwa, yaitu sebagaimana terjadinya peristiwa tersebut, dan  2)  fakta pendapat, yaitu sebagaimana disampaikan manusia, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, keterangan  tentang peristiwa sebagaimana diceritakan orang lain, termasuk fakta pendapat.

Peristiwa yang terjadi di dunia terdiri dari peristiwa terduga dan peristiwa tidak terduga. Peristiwa terduga, yaitu bisa diduga kapan dan dimana akan terjadi.  Contoh:   peristiwa olahraga,  acara serimonial (ulang tahun, serah terima jabatan, dsb),  sidang (parlemen,  pengadilan, kabinet, dsb),  seminar/diskusi/lokakarya, pertunjukan seni, fenomena alam (gerhana),  pameran/open house,  dan acara keagamaan (idhul fitri/adha, natal, dsb). Continue reading