Tips Menjadi Reporter

Pada bagian akhir buku “Handbook for Third World Journalists” yang ditulis dan disunting oleh Albert L. Hester dan Wai Lan J. To (1987, p 215-217), disertakan satu “Appendix” dengan judul menarik “How to Find the News”.  Meski judulnya “Bagaimana Menemukan Berita”, tapi isinya lebih tepat merupakan tips lengkap untuk  menjadi reporter yang baik.

Kebakaran Tanah Abang

 

Intinya, siapapun yang ingin menjadi reporter  harus memiliki naluri ingin tahu yang besar.  Reporter tidak boleh malas, dia harus selalu tergerak untuk mengetahui apapun yang terjadi dan dibicarakan orang. Dia harus selalu bertanya: “Bagaimana kejadian sebenarnya?” dan “Mengapa hal itu bisa terjadi?”.

 

Maka bagi mereka yang tidak memiliki naluri ingin tahu, lebih baik jangan mimpi jadi reporter. Lebih baik cari profesi lain yang lebih cocok.

Pemalas juga  tidak cocok jadi reporter.  Seorang reporter harus menjadi pemburu berita (news hunter), karena bahan berita tidak mungkin tersedia di balik lemari pendingin atau muncul dengan sendirinya dari bawah tempat tidur. Berita itu harus diburu dan dikumpulkan dari berbagai tempat dan berbagai sumber berita. Continue reading

Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”. Continue reading