Menulis itu Gampang?

Lebih seperempat abad lalu (1987), Kolomnis dan Budayawan ternama, Aswendo Atmowiloto menulis buku  “Mengarang itu Gampang”. Buku terbitan Gramedia ini sangat laris, sehingga harus cetak ulang lebih dari 10 kali. Namun sampai saat ini banyak orang masih kesulitan mengungkapkan fikiran dan perasaannya melalui tulisan.  Bahkan masih banyak yang sulit menulis sesuatu yang biasa  dia ceritakan secara lisan.

Di dunia jurnalistik juga sama.  Lebih 30 tahun lalu ,  Wartawan Senior, Rosihan Anwar mengungkapkan kegusarannya terhadap kerancuan bahasa pers (lihat: Anwar, Bahasa Jurnalistik Indonesia dan Komposisi). Namun sampai saat ini  masih banyak berita pers yang tidak akurat (view).

Lalu  apakah benar  menulis itu gampang?  Jawabnya bisa iya bisa juga tidak. Bagi mereka yang biasa menulis, terutama bagi penulis terkenal seperti Gonawan Mohamad, Mohamad Sobary, Emha Ainun Nadjib, dan banyak lagi, termasuk Aswendo sendiri,  menulis itu sangat gampang.  Tapi bagi kebanyakan orang,  terutama bagi para pemula, menulis  bukan pekerjaan mudah. Continue reading

Menyoal ‘Wartawan Infotainment’

 

Sampai saat ini masih terjadi silang pendapat, apakah wartawan infotainment layak disebut wartawan?  Pasalnya, sebagian besar mereka yang mengaku sebagai wartawan infotainment hanya bekerja di producing house, bukan pada  media yang memberitakan hasil kerja mereka.   Juga dalam melaksanakan liputan, mereka sering dianggap melanggar  hak privasi sumber berita. Continue reading

Memahami Ruang Lingkup Jurnalistik

A. Pendahuluan

1. Pengertian Jurnalistik

Kata jurnalistik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda, Jurnalistiek. Bahasa Inggrisnya Journalism. Baik Jurnalistiek maupun Journalism berasal dari bahasa Latin, diurnalis[1]. Secara harfiah jurnalistik atau jurnalisme berarti pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dalam suratkabar, dan sebagainya[2].

Dalam konteks komunikasi, jurnalistik diartikan sebagai “cara penyampaian pesan  menggunakan media massa periodik”.  Media massa adalah singkatan dari media komunikasi massa, merupakan   alat perantara dalam penyampaian pesan (message) kepada banyak massa. Massa di sini artinya adalah banyak orang, tersebar luas, heterogen (beragam), dan anonim (tidak semua bisa dikenali).

Media massa periodik adalah media massa yang terbit atau disiarkan secara teratur pada waktu yang tetap sebagaimana telah ditentukan sebelumnya, misalnya tiap jam,   tiap hari, tiap  minggu, dan sebagainya.. Continue reading