Dukun dan Teroris

Akibat Dukun -poskota

This gallery contains 1 photo.

Sahabat, pernah dengar tentang dukun yang katanya mampu mendatangkan uang alias kekayaan? Orang yang  hanya menjanjikan, tapi tak bisa membuktikan untuk  dirinya sendiri! Kalau memang dia bisa mendatangkan uang, mengapa pula dia  harus minta mahar berupa uang? Saya melihat, dukun seperti itu setali tiga uang dengan  bos … Continue reading

Senyum dan Bahagia

Senyum itu indikator  bahagia.  Mereka yang jarang senyum umumnya karena kurang bahagia. Biasanya orang jarang senyum karena merasa ruang kehidupannya sempit. Mereka merasa tidak berdaya menghadapi luar lingkungannya. Ketika kehilangan sesuatu yang sangat berharga: kekasih, karier, atau harga diri,  dia langsung putus asa dan ada yang nekat mengakhiri hidupnya.

Senyum-oyeContoh negara yang warganya banyak bunuh diri adalah Singapura. Mereka umumnya jarang senyum alias orang Singapura mahal senyum. Ruang kehidupan mereka sangat sempit dibanding akses kekayaan mereka.

Luas negara Singapura hanya sekitar 710 kilometer persegi,  jauh lebih sempit dibanding Kabupaten Bogor! Status perekonomian Singapura jauh di atas Indonesia. Semua warga mereka punya mobil, tapi ketika  memacu kenderaannya di jalan raya, setengah jam saja sudah nyemplung ke laut atau mentok ke batas negara.

Beda dengan Republik Indonesia. Negara Indonesia begitu luas, jarak tempuh pesawat Sabang – Merauake sama dengan jarak Jakarta ke Jeddah, Saudi Arabia. Perlu waktu seminggu jika ditempuh menggunakan mobil.  Maka tidak ada alasan bagi warga Indonesia berfikiran sempit, apalagi berfikir segera mengakhiri hidupnya.

Mulai sekarang seringlah  tersenyum, karena senyum  itu selain sehat juga ibadah, bahkan bisa memperpanjang usia. Juga senyum bisa menunjukkan suasana hati, bahwa “kita bahagia!” (salamstadela)