Jangan Seperti Ayam

Entah siapa yang pertama menanamkan pelajaran ini, sehingga  kalimat “jangan seperti ayam” begitu melekat dalam benak saya. Padahal saya tahu, ada orang begitu bangga pada ayam, misalnya:  membuat lambang dengan sosok ayam, menyebut diri  sebagai ‘ayam kinantan’, bahkan ada gereja yang dikenal sebagai ‘gereja ayam’.

Tulisan ini tidak bermaksud menghina maupun merendahkan siapapun, tapi semata untuk memberi inspirasi agar jangan meniru sifat buruk makhluk bernama ayam.

Sepasang ayam

 Rakus tapi bodoh

Salah satu sifat buruk ayam adalah rakus dan tamak.  Lihatlah kelakuan  ayam, meski di dekatnya terdapat segudang makanan,  tetap saja terjadi perebutan. Mereka akan berkelahi  untuk saling menyingkirkan. Bodohnya, perkelahian tersebut kadang berlangsung lama hingga jauh dari gudang, sehingga makanan yang ada  dinikmati hewan lain yang datang belakangan.

Perebutan ini tidak hanya terjadi antara  sesama ayam jantan. Bisa juga antara jantan dan betina atau sesama betina.  Biasanya ayam jantan hanya baik pada betina jika ada maunya, karena ingin mengawininya.

Kebodohan ayam tergambar dalam dongeng berikut:  ada dua ekor ayam memperebutkan sepotong makanan. Mereka bertengkar tak ada habisnya karena saling menganggap terjadi kecurangan.  Karena merasa tak mungkin ada penyelesaian, mereka datang menemui monyet agar  bisa membantu mereka memperoleh keadilan. Monyet menerima mereka  dengan suka cita karena ada peluang  menggairahkan.

Mula-mula monyet membagi makanan tersebut menjadi dua bagian, lalu ditimbang.  Ketika timbangannya berat sebelah, monyet menggigit bagian makanan yang  lebih berat  lalu menimbangnya kembali. Ternyata timbangan tersebut tidak pernah sama,  sehingga monyet  terus menerus menggigit makanan tersebut sampai habis. Akhirnya monyetlah yang kenyang, sedangkan kedua ayam tidak kebagian.

Cerita ini  cocok untuk mereka yang berebut harta warisan. Bertengkar terus sesama saudara, lalu membawa masalah ke pengacara untuk diselesaikan di pengadilan. Akhirnya yang menikmati harta warisan tersebut hanya pengacara dan pengadilan. Sedangkan dua bersaudara yang bodoh tadi hanya gigit jari, semuanya kehilangan warisan.

sabung_ayam

Arena Sabung Ayam

Gampang dimanfaatkan

Kebodohan ayam membuatnya gampang dimanfaatkan oleh manusia yang tidak berprikebinatangan. Ayam dijadikan objek aduan. Disuruh berkelahi sampai mati hanya untuk memuaskan kesenangan orang atau sebagai sarana perjudian. Bodohnya, ayam mau saja berkelahi meski tidak jelas apa yang diperebutkan.

Paling parah bodohnya adalah ayam kampung.  Statusnya sebagai peliharaan orang,  seharusnya  punya majikan yang berkewajiban memberinya makanan. Tapi biasanya ayam kampung justru disuruh mencari makan sendiri,  lalu telor dan dagingnya dinikmati oleh majikan.

Tragis kalau ada manusia mau diperlakukan seperti ayam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>