Sepenggal Kisah Pernikahan

Kalau ditanya, apa yang paling berharga yang saya punya?  Itu adalah rumah tangga! Hari ini pernikahan kami memasuki usia 32. Di tahun 2013, kami dianugerahi tiga anak, tiga menantu, dan tiga cucu yang lucu.

Pernikahan 1982

Rumah tangga ini dibangun melalui perjuangan  tidak mudah. Ketika menikah usia kami baru 22, baru duduk di Tingkat III, dan sama-sama belum bekerja. Masa pacaran juga tidak lama. Itu pun  jarang berjumpa, karena dia tinggal di Asrama Putri IAIN Ciputat dan saya kos di Jalan Bangka.

Proses pernikahan sangat sederhana.  Saya diperkenalkan kepada pamannya yang menjabat Personalia Departemen Agama. Bagi kebanyakan orang proses perkenalan seperti itu hal biasa, namun beda bagi Paman. Dia panggil saya dan bilang: “Dalam keluarga kami tidak dikenal adanya pacaran. Kalau serius, bawa orang tuamu ke sini. Saya akan panggil kakak saya dan nikahkan kamu. Tapi kalau orang tuamu tidak datang, silakan jauhi keponakan saya!  Saya tahu kalian belum bekerja…  Nanti kalau  mau, bisa saya masukkan ke  Departemen Agama”

 

Merasa tertantang, saya pulang kampung. Saya minta ayah datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan saya. Singkat cerita, kami menikah di Kompleks Gaya Motor Cilincing, Jakarta Utara, di rumah salah seorang paman. Upacara pernikahan sederhana tapi meria, dihadiri kedua orang tua dan semua saudara serta kerabat yang ada di Jakarta.

Ketika Muda

Ketika Muda

Biaya pernikahan malah lebih banyak ditanggung oleh paman yang menjadi tuan rumah. Penghulunya adalah Kepala KUA Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat,  yang bersedia datang karena ‘diminta’ oleh paman yang menjadi ‘Pejabat Departemen Agama’.

Suka duka berdua

Menjalani rumah tangga di usia muda tentu bukan perkara mudah. Apalagi kalau tekadnya harus terus kuliah sambil kerja dan membina rumah tangga. Satu-satunya modal yang  membuat semuanya jadi mudah adalah “kami menikah memang pilihan berdua — semata ingin membina rumah tangga dan menjalani suka duka berdua — dan pernikahan kami direstui kedua orang tua serta keluarga”.

Ada duka – lebih banyak suka

Alhamdulillah — Allah merestui rumah tangga kami hingga memasuki usia ke-32. Meski ada duka, tapi lebih banyak dijalani dalam suka cita.  Bahagia menurut ukuran hidup “sederhana dan apa adanya” serta bersyukur atas semua angerah-Nya.

Tiga anak, tiga mantu, dan tiga cucu

Semoga Allah mengizinkan kami masih dalam keadaan sehat walafiat bisa menyaksikan cucu-cucu tumbuh dewasa,  menikah,  dan membesarkan anak-anak mereka. Semoga kami bisa selalu menikmati senyum bahagia mereka.

Pantai Pandawa

Pantai Pandawa

8 thoughts on “Sepenggal Kisah Pernikahan

  1. Pak Arje
    foto saat muda persis artis holiwud deh….
    keren !!

    semoga bapak dan ibu sehat dan walau sudah banyak umur pernikahannya
    tetap bisa didoakan “semoga tercapai cita-cita” bapak dan ibu….
    karena sampai akhir hayat, manusia tetap punya cita dan harapan yang ingin diwujudkan….
    AMIN

  2. Salah satu makna yang indah yang terkandung dari mutiara pernikahan adalah indahnya nilai kebersamaan. Dimana cinta dan kasih sayang yang tulus akan menghiasi setiap hari dalam meniti bahtera rumah tangga hingga kita tua bahkan sampai usia pun menutup kita. Karena nilai-nilai kebersamaan itu lebih indah dibandingkan mutiara-mutiara yang lain, karena ia adalah cinta sejati dan kasih sayang yang murni dan senantiasa akan abadi hingga masa tua kita. Cara untuk meraih kebersamaan tersebut yaitu diantaranya adalah dengan senantiasa terus berusaha untuk saling memahami dan berbagi baik dalam suka maupun duka, tidak ada amarah yang selalu diumbar dan tidak ada kedustaan yang akan membuat retaknya rumah tangga. Karena ia adalah suatu bentuk kejujuran yang berbalut keikhlasan untuk menyatukan semua rasa dalam hati hingga indahnya mutiara akan senantiasa berkilau walau masa tak lagi muda.

  3. Pak Arje, Istri Bapak waktu muda mirip dengan Ratu Dangdut Indonesia Elvi Sukaesih…hehehehhe ( serius lho pak )..

    Semoga selalu diberikan kesehatan untuk Bapak dan Keluarga ya serta selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah, amin….

    Hatur Nuhun Pak,….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>