Resiko Mengubah Takdir Tuhan

Tukul satu ini tak ada hubungannya dengan Tukul presenter “Bukan Empat Mata”. Meski wajahnya mirip, tapi Tukul yang saya ceritakan ini sangat misterius.  Mengaku anggota DPR, tapi tak pernah terlihat di sidang Komisi, apalagi di Paripurna. Mengaku multitalenta, tapi tak  jelas profesinya apa? 

Apalagi soal agama. Mau dibilang Islam, tapi tak pernah sholat. Dibilang Kristen tak pernah terlihat ke Gereja. Dibilang Hindu tak pernah pergi ke  Pura. Mau dibilang Budha tak kenal Vihara. Pokoknya dia mengaku manusia beragama.

Sun Go Kong

Tidak  jelas dia berguru ke gunung atau kuburan. Yang pasti Tukul punya kepercayaan, bahwa berdoa di malam perayaan agama pasti dapat berkah. Dia telah membuktikan, cukup berdoa  satu jam dan membayangkan apa  yang diharapkan,  semua akan terkabulkan.

Malam Natal, dia berniat ingin mendapat jabatan. Dia berdoa sambil membayangkan kerajaan Tuhan,  eh setelah itu dia terpilih sebagai anggota Dewan.  Malam Nyepi, dia berharap mendapat pasangan.  Dia membayangkan betapa  cantiknya wanita Pulau Dewata, eh tak sampai seminggu setelah itu  dia mendapat istri  jelita. Ketika malam Lebaran, dia  berdoa tengah malam, membayangkan syurga penuh aneka macam harta melimpah,  dan tak sampai sebulan  dia telah hidup bergelimang kekayaan.

Nah, ketika malam Waisyak, Tukul bingung mau minta apa.  Jabatan sudah ada, istri cantik sudah tersedia, dan hidup sudah bergelimang harta.  Tukul berusaha mencari inspirasi di pinggir kolam, dia baru sadar kalau wajahnya pas-pasan.  Maka dia bertekad mau mengubah wajah. Dia ingin ganteng seperti bintang film idola remaja.

Tukul mulai masuk kamar dan berdoa. Sialnya dia lupa harus membayangkan wajah siapa?  Dia mencoba konsentrasi, mencari dalam ingatannya  satu wajah cowok idola.  Sayangnya dia jarang nonton film, sehingga konsentrasinya jadi siapa.  Tiba-tiba dia teringat film Budha,  lalu muncul wajah yang sangat familiar yang selama ini menjadi idolanya.  Dia coba menutup wajah, malah wajah Sun Go Kong makin nyata, Tukul ketakutan.  Dia mencoba mengalih perhatian dengan membayangkan sedang berada sendirian, eh malah terbayang sedang berada di hutan dan muncul wajah monyet benaran.

Dia cepat  menutup wajah,  mencoba membayangkan berada di tengah pesta para hartawan. Silih berganti wajah muncul di fikirannya, tapi semuanya wajah perempuan, bahkan ada yang setengah telanjang. Tiba-tiba  sebersit wajah makin nyata, yaitu wajah idolanya sejak SMA, yaitu  wajah Luna Maya.  Sialnya,  fajar  telah menjelang dan hari pun mulai terang benderang.

Maka, mulai hari itu  Tukul resmi berjenis kelamin perempuan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>