Anekdot – Presiden Malu

(Kisah daur ulang yang  selalu cocok di segala zaman)

Alkisah terjadi di negara Antaberantah.  Presiden Sukampret sangat kesal melihat para tokoh partai koalisi sibuk bertengkar tak jelas juntrungan sehingga merusak citra pemerintah.  Presiden terpaksa membentuk Tim-7 untuk menemukan “penyebab pertengkaran dan cara mendamaikannya”. Tim bekerja pagi petang siang malam 7×24 jam,  lalu mengusulkan satu rekomendasi: “Segera lakukan kocok ulang kabinet  dan atur ulang pembagian jabatan”.

Menanggapi rekomendasi itu, Presiden memanggil semua pimpinan partai dan tanpa basa basi berkata: “Melihat kalian yang sering bertengkar tak karuan, maka  saya akan mengocok ulang susunan kabinet dan akan mebagikan jatah menteri secara adil kepada partai  kalian…”

Semua hadirin terdiam! Segera Presiden melanjutkan: “Telah saya putuskan, Partai Dolanan akan mendapat jatah tiga menteri, Partai Gadungan tiga menteri, Partai Korengan Senja dua menteri, Partai Asongan Negara dua menteri, dan Partai Kubangan Besar dapat dua menteri”.

Hadirin makin terdiam! Cemas-cemas sedap …

“Nah sekarang kementerian mana yang kalian pilih?  Saya mulai dari Partai Kubangan Besar”, ucap Presiden sambil menunjuk Cak Nenen,  sang Ketua Umum.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan Pak Presdien” , ucap Cak Nenen gemetaran. “Tapi kalau di suruh memelih,  kami malu….”

“Aduh… permintaan Anda terlalu berat!” bentak Presiden. “Mana ada kementerian di bawah saya memperhatikan rasa malu!  Maaf, kocok ulang kabinet saya batalkan”

Semua terdiam, tak berani menatap ke depan!

Lomba jadi Presiden