Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”.

Cara pengadaan berita

DSC_0183Mendapatkan bahan berita bisa dengan berbagai cara, yaitu:  menerima dari khalayak tanpa diminta;  memonitor berita dari  berbagai media yang terbit/disiarkan dari seluruh dunia;  atau dengan  menyaksikan  peristiwa dan atau mewawancarai sumber berita manusia.

Pertama,  menerima langsung dari khalayak tanpa diminta. Ini adalah cara mengadaan berita paling murah namun tidak mudah, karena jarang sekali ada masyarakat dengan sukarela menyampaikan informasi kepada media.  Sekarang kita lihat yang secara rutin mendapat informasi dari masyarakat hanyalah radio (contohnya Elshinta), sedangkan media cetak dan televisi hanya sekali-sekali saja mendapatkan informasi seperti ini.

Namun perlu diingat,  pasti ada motif pribadi di balik penyampaian informasi oleh masyarakat. Maka perlu dilakukan cek dan ricek untuk meyakinkan informasi tersebut memang akurat. Selagi informasi itu benar dan berguna bagi khalayak, wartawan boleh saja mengabaikan motif tersebut.

Kedua,  memonitor berita media massa merupakan cara pengadaan berita paling mudah dan murah.  Wartawan bisa mengutip berita dari media massa lain, terutama media asing  yang tidak diakses oleh khalayaknya. Namun  pengutipan berita dari media lain harus jujur, harus mengemukakan secara jelas  nama media tersebut.

Blog G Tanah Abang

Sekarang, menurut hasil penelitian Dewan Pers,  ada kecenderungan wartawan juga memanfaatkan  akun jejering sosial www.facebook.com - www.twitter.com – www.instagram.com sebagai sumber berita. Kegiatan ini boleh dilakukan, tapi harus hati-hati karena “dunia maya itu tidak sama dengan dunia nyata”, sehingga:  meski nama dan fotonyanya benar, bisa saja akun tersebut dibuat oleh orang lain (bukan akun milik yang bersangkutan). Kalaupun akun tersebut benar milik yang bersangkutan, bisa saja telah diretas oleh orang lain, sehingga informasi yang dimuat pada akun tersebut bukan berasal dari yang bersangkutan.

Peresmian Blog G Tanah Abang

Ketiga,  menyaksikan peristiwa dan mewawancarai sumber berita.  Kegiatan peliputan berita seperti ini sangat penting dikuasai wartawan. Dia harus menyaksikan peritiwa terduga maupun tak terduga,  mengumpulkan bahan berita dari tempat kejadian, lalu menulis naskah  berita untuk diserahkan kepada redaksi.

 

Meliput peristiwa terduga tentu lebih mudah dibandingkan dengan meliput peristiwa tidak terduga. Peristiwa terduga sudah diketahui  dimana dan kapan akan terjadi sehingga bisa mempersiapkan diri sebelum meliput peristiwa tersebut.  Wartawan sudah bisa mempersiapkan peralatan apa saja yang akan dibawa, menentukan waktu keberangkatan, memprediksi apa saja yang akan dilakukan di lokasi kejadian, bahkan membuat janji wawancara  dengan nara sumber di tempat kejadian.

Beda dengan meliput peristiwa tak terduga, wartawan tidak pernah tahu peristiwa itu akan terjadi kapan dan dimana, sehingga jarang ada yang siap melakukannya. Misalnya bencana alam, bisa saja terjadinya dini hari di tempat yang tidak pernah terfikirkan oleh wartawan, sehingga tidak mungkin sempat mempersiapkan diri sebelum berangkat.  Juga kadang akibat bencana itu begitu besar, sehingga menuntut kesiapan mental luar biasa untuk berada di tempat kejadian.  Dalam meliput pun, wartawan harus memperhatikan kondisi psikologis para sumber berita yang menanggung akibat bencana tersebut.

Perburuan Berita

Perburuan Berita

Beberapa petunjuk yang harus dilakukan oleh pencari berita dalam meliput fakta peristiwa:

  1. Usahakan hanya meliput peristiwa yang memiliki nilai berita (news value) paling tinggi, yaitu peristiwa yang mengandung paling banyak faktor nilai berita, yaitu: aktualitas, kedekatan, keterkenalan, dampak, pertentangan, keanehan, seks, dan human interes.
  2. Usahakan menyaksikan peristiwa secara langsung dan atau mendengarkan pendapat langsung dari sumber berita.  Jangan mendapatkan bahan berita dari sumber kedua, kecuali sangat terpaksa.
  3. Usahakan mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya, utamanya harus mampu menjawab pertanyaan 5W+1H (what/apa, who/siapa, where/dimana, when/kapan, why/mengapa, dan how/bagaimana) selengkap-lengkapnya.
  4. Pilih sumber berita yang kompeten, yang diyakini paling mengetahui tentang hal yang akan kita tanyakan.  Di samping itu, sumbernya harus kredibel, yaitu yang diyakini akan memberikan keterangan dapat dipercaya.
  5. Lakukan cek dan ricek,  teliti dan teliti lagi setiap fakta yang didapat agar benar-benar yakin semua  dapat dipercaya (valid). Juga harus dipastikan, tidak ada fakta lain yang luput dari liputan.
  6. Jangan terlalu percaya pada keterangan sumber berita, apalagi sumber yang berinisiatif menyampaikan keterangan kepada kita.
  7. Usahakanmembaca referensi (literatur) yang berhubungan dengan fakta yang akan diberitakan.  Kadang dengan membaca literatur kita mendapatkan kejelasan fakta, bahkan fakta baru yang sangat kita perlukan.

7 thoughts on “Peliputan Berita

  1. Kadang kita harus menerapkan prinsip dalam silat, mudur satu langkah untuk maju ke delapan penjuru angin. Jangan ragu untuk berhenti sejenak, jika belum sangat yakin bahwa maju sekarang tidak mungkin mendapat hasil optimal. Terima kasih.

  2. pak saya siswa smk akuntansi , saya dapat tugas dari guru pkn ,,
    nih soalnya … dalam meliputi berita atau mencari informasi perlengkapan apa saja yang harus dibawa untuk meliputi berita tersebut ?? tolong bantuannya yA

    • 1). Kamu hrs bawa tape (bisa pake hp) krn sumber itu ngomong terlalu cepat, pasti gak sempat untuk dicatat semua. Jangan mengandalkan hanya ingatan, krn ingatan kita terbatas. Kadang waktu meliput kita ingat, tapi sampai di rumah ada bagian yang lupa. 2) Bawa tustel, agar bisa merekam kejadian penting. Juga bisa menjadi bukti kalau guru kamu gak percaya kalau kamu sdh meliput.

      Paling penting, kamu harus berani berada di tempat kejadian. Juga jangan minder ketemu sumber berita, siapapun dia.

  3. I see many sites outrank your website in google’s search results.

    You should build more contextual backlinks. These type of backlinks are the best after all
    these google algorithm updates. Writing articles is hard work,
    but i know what tool will save you a lot of time. This tool can also make you money, just search in google for:
    Darxvor’s essential tool

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>