Uang dan Orang

Uang  merupakan topik yang selalu menarik dibicarakan. Selain dibutuhkan semua orang, uang memiliki banyak keunikan.  Uang   diperlakukan sebagai alat  sekaligus sebagai makhluk  yang memiliki kehidupan.        

rupiah-menguat_1702Sebagai alat,  uang hanya dibutuhkan orang, dan tidak dibutuhkan hewan.  Namun uang mampu mengubah prilaku orang menjadi hewan. Bahkan uang bisa mengubah sifat orang menjadi setan.  Hebatnya uang jauh melebihi orang.  Uang   klimis dan uang lecak, nilainya sama.  Disimpan di brankas,  dilepit di sela dompet butut, atau ditempatkan di kaos kaki sobek dan bau, nilainya tidak berubah. Continue reading

Menyikapi Kabut Asap di Palembang

Berlarutnya penanganan kabut asap di Sumatera Selatan, mengingatkan saya pada omongan keponakan ketika di Palembang saat Lebaran.  “Mang, bagi daerah, musibah itu kadang jadi berkah. Maka selama ini banyak musibah yang ‘dipelihara’.  Makin besar musibah atau bencana yang menimpah daerah, kian banyak dana penanggulangan  mengucur ke daerah tersebut”,  tegasnya. Continue reading

Bila Kebanggan Berubah Anarki

Setiap orang memerlukan kebanggaan dan harga diri, apalagi  mahasiswa perguruan tinggi. Kebanggaan bisa membangkitkan rasa cinta,  sedangkan harga diri mendorongnya berprestasi lebih tinggi.  Dalam jiwa mahasiswa  yang sedang menemukan jati diri,  potensi kebanggaan dan harga diri  besar sekali. Kewajiban kampus menyediakan fasilitas  serta menanamkan nalar dan moral yang mumpuni. Bila potensi tersebut tidak terakomodasi, kemungkinan besar berubah menjadi anarki. Continue reading

Tips Memilih Kekasih

jump-for-love

kompasiana

Berakhirnya hubungan antar kekasih, sebagian besar sudah dapat diprediksi. Bila dari awal filsafat hidup  berbeda, ujungnya pasti berpisah. Soalnya masing-masing pihak akan  memandang kebahagiaan secara berbeda. Satu pihak merasa bahagia dan pihak lain merasa tersiksa, sehingga pertengkaran jadi niscaya. Jika  tak ada yang mau mengalah, maka pilihan satu-satunya adalah berpisah.  

Agar tak menjalin hubungan  lama dan sia-sia, ada baiknya mengenal  filsafat hidup calon kekasih, sehingga tak salah dalam memilih. Continue reading

Musuh Dunia Maya

arje

love.arje

Tahu akun facebook saya diretas, seorang teman langsung tanya: “Apakah Abang ada musuh?” Saya jawab spontan: “Musuh pasti ada, tapi tidak tahu siapa?”. Jawaban ini membuat dia penasaran, “Siapa kira-kira?”  Saya bilang: “Penjahat dunia maya!” Continue reading

Menyoal Wisuda

Seorang ibu dari pelosok Sumatera Barat menangis menelepon saya, khawatir anaknya tak bisa ikut wisuda. Pasalnya, pendaftaran wisuda sudah tutup dan anaknya belum terdaftar. “Tolonglah Pak. Ini bukan salah anak saya, tapi semata karena kesalahan saya yang terlambat mengirim biaya wisuda untuk dia!” tegasnya  penuh penyesalan. Continue reading

Pamer Merek Mahal

Banyak orang bilang, mahal itu relatif, tergantung kemampuan finansial masing-masing. bagi artis cantik Roro Fitria, Haji politisi Lulung Lunggana, dan pengacara Hotman Paris Hutapea, semua mobil mewah tergolong murah.

Haji Lulung

Bagi kalangan tertentu, memiliki barang mewah adalah niscaya karena bagian dari kebanggaan. Benda mahal itu bisa menunjukkan kelasnya dibanding orang kebanyakan. Mereka tak lagi mempersoalkan harga, berapapun tak masalah, yang penting bisa memilikinya.

Seperti diungkapkan Komisioner KPK, Johan Budi, ada istri koruptor membeli tas Hermes seharga Rp 960 juta. Bagi masyarakat awam sulit percaya, bahwa benda yang digantung di tangan atau dikebit di ketiak itu berharga satu miliar rupiah.

Continue reading

Buya HAMKA

Buya HAMKA

Bila mendengar pertengkaran tentang agama di masyarakat, saya selalu teringat  Almarhum Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah). Sejak usia muda Buya HAMKA terkenal fanatik sebagai tokoh Muhammadiyah, paling keras mengkritik praktek bi’ah di masyarakat. Namun  di masa tuanya beliau jadi panutan semua kalangan Islam, termasuk warga Nahdiyin yang sering menjadi sasaran kritiknya ketika masih muda. Continue reading

Ijazah Palsu

Menteri Ristek & Dikti, M. Nasir  mengungkapkan, pemegang ijazah palsu bisa diancam hukuman 10 tahun penjara  dan denda Rp 1 Miliar. Ancaman tersebut sangat berat, bahkan lebih berat dibanding hukuman untuk pengedar narkoba.

Menurut saya, hukuman berat bagi pemegang ijazah palsu pantas jika motif mereka memang untuk menipu orang lain, apalagi untuk menipu negara. Misalnya, bagi yang menggunakan gelar untuk menjadi pegawai, sebagai syarat kenaikan jabatan, atau agar bisa diakui sebagai  staf ahli pada sebuah proyek pemerintah. Continue reading

Instrospeksi Gaya Hidup

Sebelum tahun 1980-an, ada pepatah yang  diajarkan di semua sekolah dasar, yaitu: “Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian — Bersakit-sakit dahulu, bersenang kemudian”. Semua anak sekolahan pasti hafal pepatah tersebut, bisa mengingat dan menjelaskan artinya. 

Anyer 2011 merenungPepatah tersebut telah menjadi filsafat hidup banyak orang, bahwa dalam menjalani hidup perlu: kerja keras, kejujuran, dan kesabaran. Untuk mencapai hasil  perlu mengikuti proses yang terkadang melelahkan.

Kita diajarkan agar tidak berfikir jangka pendek,   karena yang dituju adalah  “happy ending”. Tujuan   itu hanya bisa dicapai melalui usaha yang baik dan halal.  Maka orang tua, ustadz, dan guru selalu mengingatkan agar tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan kita gagal memperoleh  “happy ending” paling sempurna, yaitu syurga. Continue reading

Singa Pura-pura

Patung Singapura  Singapura itu negara kecil, luasnya hanya 710 kilometer persegi, lebih kecil dibanding Jakarta yang luasnya 745 kilometer persegi.  Kalau orang Singapura ngebut naik mobil, setengah jam saja pasti sudah nyemplung ke laut.

Pokoknya kalau dibanding dengan Indonesia, negara Singapura tidak ada apa-apanya.  Luas Indonesia 5.180.053 kilometer persegi atau  738 kali negara Singa.
Continue reading

Hariri oh Hariri

HaririNama Hariri itu diambil dari bahasa Arab, artinya Sutraku.  Tentu orang tuanya berharap agar ia tumbuh anggun dan lemah lembut seperti sutra.  Sejak kecil Hariri telah dibekali ilmu agama agar  mewarisi sifat Kanjeng Nabi Muhammad Saw yang lemah lembut dalam berdakwa.

Saya yakin orang tua Hariri sangat bangga ketika anak kesayangannya  itu tumbuh menjadi lelaki tampan  dan pandai berdakwah.  Apalagi kemudian dia berhasil menjuarai  kontes dai,  lalu menjadi bintang  sinetron sebagai ustadz bijaksana. Namanya pun jadi terkenal dan  semua orang memanggilnya Ustadz Hariri. Continue reading

Larangan di Commuter Line

Sejak 1 Juni 2013,  PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan satu jenis kereta  untuk melayani penumpang di Jadebotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi) yang diberi nama Commuter Line. Tarif ditentukan berdasarkan jauh perjalanan, yaitu lima stasiun pertama Rp 2000, lalu setiap tiga stasiun berikutnya dikenakan tarif Rp 500.

Satu hal yang paling menyolok sejak beroperasi Commuter Line terlihat banyak  larangan, baik di dalam kereta maupun di stasiun. Kalau dulu calon penumpang bisa mencari jualan berbagai makanan di sepanjang peron, sekarang stasiun bersih dari para pedagang.  Semua warung yang pernah ada,  sekarang telah dibongkar.  Bahkan PT KAI menempatkan petugas keamanan di setiap stasiun untuk melarang para pedagang asongan. Continue reading

Warisan Loper Koran

Seorang loper koran terbaring lemah di ICU sebuah rumah sakit. Dia didampingi istri dan tiga anaknya. Merasa tidak mungkin bertahan lama,  sang loper berpesan pada keluarganya:

“Mungkin usia Bapak sudah tak lama lagi. Bapak berharap kalian bertiga menjaga Ibumu sebaik mungkin. Jangan ada di antara kalian bertengkar karena hal sepele, apalagi berebut warisan dari Bapak”. Continue reading

Mencegah KKN di Perguruan Tinggi

Sejak bergulir era reformasi, pemberantasan KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) di  Indonesia  menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan masyarakat. Siapapun yang terpilih menjadi penguasa, pasti akan memprioritaskan persoalan ini, setidaknya dalam retorika mereka.

Lahirnya program pemberantasan KKN secara nasional  tidak lepas dari jasa kalangan perguruan tinggi (PT), khususnya mahasiswa. Mereka yang di penghujung era Orde Baru mempopulerkan tuntutan “hapuskan KKN”, baik  melalui poster, spanduk, media massa, maupun melalui teriakan di kampus, di  jalanan, bahkan di Gedung DPR/MPR RI.

Pertanyaannya,  apakah program tersebut  juga menjadi prioritas kalangan perguruan tinggi? Seharusnya perguruan tinggi tidak hanya bisa berteriak untuk orang lain, tapi juga memberi teladan. Continue reading

Jangan Seperti Ayam

Entah siapa yang pertama menanamkan pelajaran ini, sehingga  kalimat “jangan seperti ayam” begitu melekat dalam benak saya. Padahal saya tahu, ada orang begitu bangga pada ayam, misalnya:  membuat lambang dengan sosok ayam, menyebut diri  sebagai ‘ayam kinantan’, bahkan ada gereja yang dikenal sebagai ‘gereja ayam’. Continue reading

Generasi Instan

arje-monas

 

Apakah Anda tak sabar ketika menunggu antrian? Apakah Anda selalu membunyikan klakson saat jalanan macet? Apakah Anda mengurus SIM melalui calo?  Kalau tiga pertanyaan tersebut dijawab ‘iya’, maka  pasti Anda termasuk generasi instan. Suatu generasi yang tidak ingin berkeringat dalam menggapai apa yang diharapkan. Continue reading

Keteladanan HM Saleh Siregar

Cerita tentang Pak Saleh (begitu dia disapa) merupakan tulisan daur ulang, karena pernah saya terbitkan di Tabloid Mutiara di akhir 80-an. Intisari cerita ini sengaja disajikan di sini untuk mengobati rasa rindu  pada dosen  yang telah mewarnai  kehidupan saya.  Semoga bisa menjadi  referensi bagi generasi muda tentang tokoh yang “satu kata dan perbuatan”. Continue reading

Plesetan Singkatan

Penggunaan singkatan di Indonesia sudah jadi budaya. Bahkan Indonesia pernah memiliki Presiden (Soekarno) yang sangat pandai  menciptakan  singkatan. Contoh beberapa singkatan sangat terkenal:  berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), manipol (manifestasi politik), nekolim (neo kolonialisme), nasakom (nasionalis, agama, dan komunis), dan banyak lagi. Konon nama anak pertamanya,  GUNTUR,  singkatan dari ‘Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat’. Continue reading

Marketing Neraka

Alkisah terjadi musibah di suatu negeri Antaberantah. Sebuah pesawat yang membawa para politisi negara itu meledak di udara. Semua ketua partai tewas seketika.

Tanda tak jelas sehingga tak berfungsiDi akherat mereka dikumpulkan di  dekat timbangan amal, di persimpangan antara syurga dan neraka.  Semuanya dinyatakan berdosa, sehingga semuanya digiring ke neraka. Mereka tertunduk lemas tak berdaya. Ada yang menangis tersedu sambil menutup muka, ada juga yang berusaha mengiba dan memohon agar jangan disiksa.

Namun ada seorang ketua partai yang terlihat tenang-tenang saja, yaitu Ketua Partai Kampung Syurga.  Dia bahkan  masih bisa tersenyum, padahal semasa di dunia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Continue reading

Humas Harus Menulis

Andrie SubonoKetika memberi kuliah Public Relations (PR) Writing, seorang mahasiswa bertanya: “Mengapa orang Humas perlu belajar menulis? Mengapa pula harus mempelajari tentang berita?”  Terus terang saya kaget mendengar pertanyaan tersebut. Bagi saya, pertanyaan seperti itu sangat aneh datang dari seorang mahasiswa komunikasi, calon sarjana Humas.

Kejadian itu mendorong saya melakukan riset kecil-kecilan. Ternyata telah terjadi salah paham di kalangan sebagian mahasiswa Humas. Mereka menganggap, pekerjaan menulis hanya untuk  Jurnalis/Wartawan,  sedangkan Humas hanya bicara tanpa menulis. Sebagian mereka memilih jurusan Humas  karena merasa tidak memiliki bakat menulis.  Padahal  menulis itu gampang, asalkan mau belajar dan melatih diri dalam menulis. Continue reading

Capres Blusukan ke Mal

Seorang yang mengaku Calon Presiden (Capres)  blusukan ke mal paling ramai di Jakarta. Dia jalan petantang-petenteng, senyum ke kanan dan ke kiri,   menganggap semua orang pasti kenal dan mendukungnya. Di dekat toilet dia bertemu  seorang Nenek tua kaya yang kelihatannya sedang mual mau muntah.  Nenek yang terlihat masih seksi  itu nampak sangat menderita saking mual. Continue reading

Bahasa Bingin Teluk Rawas

Pengantar

 

Abdurrahman Jemat

Abdurrahman Jemat

Bingin Teluk Rawas adalah sebuah kampung yang menjadi ibukota Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara – pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas), Propinsi Sumatera Selatan.

Kampung Bingin Teluk terletak di pinggir Sungai Rawas, yaitu berada di kedua sisi Sungai Rawas. Menurut cerita orang tua-tua, kata Bingin Teluk berasal dari adanya pohon beringin besar yang tumbuh di pinggir teluk.

Uniknya, meskipun hanya sebuah kampung,  Bingin Teluk memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh daerah sekitarnya, termasuk dengan kampung lain yang berada dalam Kecamatan Rawas Ilir. Perbedaan tersebut terlihat dalam pengucapan kosa kata maupun pada makna kata yang diucapkan.

 

Continue reading