Orang Betawi

Foto: liputan6

KH Zainuddin MZ  - Foto: liputan6

Di tengah panasnya suhu politik menjelang Pilkada Jakarta 2017, banyak orang bertanya: “Bagaimana sikap orang Betawi?”. Soalnya di semua lini sikap mereka terbelah. Misalnya Engkong Ridwan Saidi mendukung Anies Baswedan Sandiaga Uno, kelompok Haji Lulung mendukung Agus Harimurti – Silviana Murni, sedangkan Djan Fariz  memilih pasangan calon pertahana. 

Mungkin sedikit gambaran tentang orang Betawi bisa didapat dari penjelasan Almarhum KH Zainuddin MZ ketika memberi ceramah Maulid, di Pitara Depok, Juni 2002.  Menurut Dai sejuta umat tersebut, orang Betawi paling demokratis dibanding Sunda, Jawa, maupun Palembang. Soalnya, orang Betawi tak ada rajanya, sehingga tidak feodalistik dan bisa menerima berbagai suku yang datang ke daerahnya.

“Jeleknya, orang Betawi itu selalu bersikap santai dan gede ambek!” ujar ulama Betawi tersebut. Akibatnya, orang suku lain sudah pergi kemana-mana, orang Betawi masih jalan di tempat. Juga kalau orang Betawi sudah ngambek, urusan jadi repot. “Kayak gilingan padi, walau didorong orang sekampung, tetap tak bergerak”, tegasnya.

Namun hebatnya orang Betawi bisa terkenal tanpa mengandalkan tampang. Contohnya Mpok Nori, bisa terkenal meski tampang pas-pasan  (Catatan: kayaknya contoh ini bisa berlaku juga untuk Bokir, Malih Tongtong, Mandra,  Omas,  Bolot, yang bisa terkenal tanpa mengandalkan tampang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>