Musuh Dunia Maya

arje

love.arje

Tahu akun facebook saya diretas, seorang teman langsung tanya: “Apakah Abang ada musuh?” Saya jawab spontan: “Musuh pasti ada, tapi tidak tahu siapa?”. Jawaban ini membuat dia penasaran, “Siapa kira-kira?”  Saya bilang: “Penjahat dunia maya!”

Bagi saya penjahat itu musuh, apalagi orang yang akan “menjahati” kita. Persoalannya, kita tak pernah tahu siapa mereka? Kita tak tahu siapa yang mengincar dompet kita di tempat umum? Kita tak tahu siapa yang mengintip kita lengah di tengah malam? Bahkah tak pernah tahu siapa yang berniat mencelakakan kita? Pokoknya kita tak pernah tahu dimana, kapan, dan dengan cara bagaimana akan “dijahati”. Biasanya baru sadar setelah semuanya terjadi.

Contohnya dalam kasus peretasan ini. Sampai pulang  kantor, Rabu, 16 September 2015 sekitar pukul 19.00, saya tak sadar akun facebook akan diretas. Password-nya “sangat kuat” dan tidak pernah menggunakan fasilitas umum. Ketika di commuter line menuju Depok, seorang teman mengkonfirmasi apakah benar saya mengirim pesan via facebook. Spontan  saya bilang “tidak!” Ternyata peretas sudah leluasa menggunakan akun saya untuk berkirim pesan minta bantuan “biaya pengobatan keponakan di rumah sakit”.

Modus

Modus Penipu

Melihat cara dan modusnya, saya yakin, si peretas biasa melakukan penipuan. Buktinya, dia menggunakan banyak rekening, antara lain: 8100689023 (BCA – Asep Surahmat), 043149596 (BCA – Fauzau Amalian), 0369294964 (BNI – Sofian), 1170006417240 (Mandiri – Evita Muryani), dan 01010100331564 (BRI – Rudi Hartono). Nomer telepon yang digunakan hanya satu, 08984965061.

Alhamdulillah, meski ratusan teman sudah dirayu, hanya seorang kena Rp 1,5 juta. Sebagian besar  tidak percaya begitu saja. Mereka konfirmasi ke teman lain atau langsung ke saya. Banyak teman lalu menulis di-wall dan melaporkan ke facebook. Tindakan tersebut telah menghalangi ruang gerak si penipu dan membantu mempercepat pemulihan  akun saya.

Kejadian ini menunjukkan, kejahatan dunia maya sangat merajalela. Korbannya bisa menimpa siapa saja. Selayaknya bagian cyber crime kepolisian makin peka terhadap kasus seperti ini dan berusaha meningkatkan kemampuan hingga ke polisi desa. Bagi masyarakat agar lebih waspada dalam berteman di dunia maya. Banyak penjahat mengintai kelemahan dan kelengahan kita.  #salamdaristadela

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>