Menulis Feature Profil

arje9Sesuai namanya, feature profile  merupakan tulisan yang menceritakan  profil tentang seorang yang menarik. Biasanya tentang mereka yang sukses atau memiliki pengalaman hidup yang pantas menjadi suri tauladan atau bisa membangkitkan inspirasi dan atau empati bagi banyak orang.  

Tokoh yang dipilih tidak harus orang terkenal (name makes news), tapi bisa saja orang di sekitar kita, yang pengalaman hidupnya pantas diceritakan kepada khalayak.

Feature profile harus mampu menggambarkan secara utuh  tentang subjek yang diprofilkan, termasuk mengungkapkan secara  pas karakter sang tokoh.  Profil harus menceritakan ciri fisik yang menonjol (tapi jangan membuat dia malu atau terhina), usia,  suku, agama, jumlah keluarga, status dalam keluarga, pendidikan, serta keahlian sang tokoh. Juga harus menjelaskan karakter spesifik, pandangan hidup, serta hal-hal prinsip yang disukai dan tidak disukainya. Paling penting  harus menceritakan tentang pengalaman hidup, suka duka yang pernah dialami, dan  bagaimana dia mengatasi hambatan dan menyikapi kesuksesan.

Anjuran, hindari menulis profil seorang bila  tidak mengenal secara dekat, apalagi kalau belum pernah bertemu sang tokoh.

Struktur Feature Profil

Secara umum feature terdiri dari: judul,  lead,  body, dan penutup, namun tidak memiliki struktur baku seperti berita. Feature boleh diceritakan secara kronologis, piramida terbalik, atau kombinasi kedua struktur tersebut, tergantung kemampuan dan kesenangan penulis. Tujuan feature umumnya memberi informasi dan menghibur, maka bagaimana menceritakannya, terserah kreativitas penulis asalkan unsur ‘memberi informasi dan menghibur tersebut’ bisa terpenuhi.

Judul feature agak beda dengan berita, antara lain tidak harus tercermin secara tersurat dalam feature sehingga bisa dirancang lebih menarik dibanding judul berita. Kalau judul berita harus ditulis setelah seluruh berita selesai ditulis, sedangkan judul feature boleh saja ditulis lebih dulu asalkan alur ceritanya sudah tergambar jelas dalam kepala.

Contoh judul feature profil: ‘Semalam Bersama  si Penolak Hujan’  (profil seorang pawang hujan); ‘Mat Sani: Mengubah Sampah Jadi Emas’ (profil pemulung sukses); atau  ‘Masa Muda Tak Selalu Identik Hura-hura’ (profil pemuda yang tekun dan berprestasi). Juga bisa saja  seperti yang pernah saya tulis di blog ini: ‘Kok Namanya Arje?

Menulis Lead Feature

Lead (alinea pertama) feature berbeda dengan lead berita: 1)  Kalau lead berita merupakan  bagian fakta yang paling penting, sedangkan lead feature umumnya  menampilkan fakta paling menarik.  Apalagi kalau tentang  orang yang belum terkenal, maka  harus dicari  sesuatu yang menarik dari dia yang harus ditonjolkan. 2)  Lead berita mensyaratkan  penyajian informasi lengkap (memuat jawaban 5 W + 1 H), sedangkan lead  feature tidak mensyaratkan hal demikian.

Tujuan penulisan lead feature untuk menggugah emosi khalayak membaca seluruh tulisan. Maka penulis feature harus mengerahkan seluruh kreativitasnya agar mampu menulis lead semenarik mungkin. Persoalannya, ukuran menarik itu relatif, sehingga mencari bagian fakta paling menarik  lebih sulit dibandingkan mencari  fakta paling penting. Biasanya fakta yang menarik itu adalah yang unik. Bisa saja  tentang bentuk fisik (tapi bukan yang membuat orang terhina), sikap, profesi, kepribadian, hobi, perjalanan hidup, pandangan hidup, dan sebagainya.

Contoh  fisik unik:  Cacat fisik bukan hambatan  berprestasi. Contoh  Sukardi Pranoto (29 tahun), pria asal Magetan, Jawa Timur ini mampu menggaet plakat Museum Rekor Indonesia (MURI) meski hanya memiliki tangan kiri. Lajang yang akrab disapa Mas Kardi ini dikenal sebagai pakar modifikasi sepeda motor tua paling handal di Indonesia.

Contoh kepribadian yang unik:  Bagi  mereka yang belum mengenalnya, cewek tomboy asal Wonosobo, Jawa Tengah ini terkesan jutek, namun berada dekat pemilik nama lengkap Melani Ayu Lestari (27 tahun), waktu dua jam terasa sangat singkat. Apalagi kalau bicara tentang mode,  dunia yang menjadi profesinya, maka dia akan mengajak kita  menyusuri seluruh rumah mode dan panggung catwalk dunia, tanpa ada kesan dia menyombongkan diri.

Contoh profesi yang unik:  Bagi masyarakat umum, sampah adalah benda yang harus disingkirkan, namun bagi Keluarga Parsaulian Nasution, sampah adalah sumber kehidupan.  Pria asal Madina (Mandahiling Natal), Sumatera Utara ini mampu mengubah sampah rumah tangga yang jorok menjadi pupuk, sehingga bisa menyuburkan tanaman sekaligus menyuburkan kehidupan keluarga mereka.

Contoh  pandangan hidup yang unik:  Hidup ini harus dijalani apa adanya. Kerja keras dan tekun memang harus, namun tidak boleh ngoyo. Nggak usah target-targetan, toh hasil itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Pokoknya, kalau berkerja baik dan jujur, hasilnya  insya Allah akan baik.  Demikian ungkap Ahmad Saputra tentang resep kesuksesannya menjadi pemilik 12 rumah makan “Mang Mamad”, salah satu rumah makan Sunda paling terkenal di Kabupaten Bogor

Menulis Body Feature

Body feature harus menguraikan semua hal yang akan diungkapkan dalam feature. Kalau dalam lead hanya mengungkapkan bagian fakta yang menarik, maka semua penjelasan yang berhubungan dengan lead harus mampu diungkapkan dalam body feature. Misalnya kalau menulis feature tentang Mang Mamad maka dalam body harus diungkapkan siapa Ahmad Saputra tersebut (misalnya pendidikan, asal daerah, keluarga, pendidikan, dan sebagainya). Juga dijelaskan bagaimana ceritanya hingga menjadi sukses, termasuk cerita tentang hambatan yang dialami dan bagaimana dia menyikapi hambatan tersebut.

Penyajian body  harus juga menarik, maka pengungkapan atribut asal daerah,  pendidikan, keluarga, hobi, dan sebagainya jangan dideretkan seperti menulis biodata, tapi agar dikemukakan satu per satu dalam tiap kalimat. Contoh:  Pria asal Pegaden, Subang, Jawa Barat  yang akrab disapa Mang Mamad ini mulai membuka rumah makan kecil-kecilan di depan rumahnya, di Jalan Bogor delapan tahun lalu. Menurut  jebolan D3 akutansi ini, mulanya dia melakukan secara terpaksa setelah mengalami PHK. Namun karena pelanggannya makin banyak,  dia pun makin serius mengelola usahanya. Bahkan sejak tiga tahun lalu dia mulai membuka cabang di seluruh Kabupaten Bogor. Sekarang sedang membuka lima cabang di Kabupaten Cianjur.

Alinea berikutnya mengungkapkan tentang hal lain yang perlu dijelaskan tentang Mang Mamad. Misalnya tentang keluarganya, sikapnya terhadap karyawan,  bagaimana prinsipnya dalam menjalankan usaha, suka duka, dan sebagainya. Usahakan selalu menggunakan bahasa yang non formal agar tetap menarik. Penulis feature profil  boleh memuat kutipan kalimat unik yang diucapkan sang tokoh, misalnya: “Bagi saya mah, keberhasilan ini semata karena Allah, benar-benar nggak saya duga”. Demikian ungkap Pak Haji yang selalu merahasiakan gelar hajinya ini.  “Ah haji itu nggak perlu ditulis. Saya takut nggak bisa menampilkan ahlak sebagai haji”, ungkapnya merendah.

Menulis Penutup  Feature

Berbeda dengan berita yang tidak perlu penutup, feature harus memiliki penutup. Bahkan dalam penyajian feature yang bersifat kronologis,  penutup ini menjadi bagian yang paling penting dari seluruh isi tulisan. Paling tidak dari penutup ini  pembaca bisa melihat arah yang ingin diungkapkan oleh penulis.

Biasanya bagian penutup akan memberi kesan mendalam bagi khalayak, sehingga masih diingat dalam waktu lama. Khusus untuk penulisan feature profil, biasanya bagian penutup digunakan untuk  memberi tekanan pada hal-hal menarik dari subjek, sehingga bisa dijadikan pelajaran bagi khalayak. Misalnya untuk mengajak pembaca  merenungkan kembali tentang pelajaran penting yang bisa dipetik dari perjalanan hidup sang tokoh atau bisa juga membangkitkan rasa empati pembaca terhadap subjek.  Namun perlu  menghindari agar pengungkapannya agar tidak  memuji secara berlebihan,  apalagi cenderung menggurui karena bisa menimbulkan antipati.

Contoh penutup feature tentang Mang Mamad:  Mang Mamad telah menunjukkan kepad kita,  PHK bukanlah kiamat sehingga bukan akhir dari segalanya.  Maka tidak perlu berduka apalagi putus asa  karena PHK ataupun musibah lainnya. Seperti kata Mang Mamad, “harapan tetap terbentang luas kalau mau berusaha. Tuhan akan selalu menolong, asalkan kita terus menerus meminta padaNya”.

Referensi anjuran: 

Ibrahim, Idi Subandy, Kecerdasan Komunikasi: Seni Berkomunikasi Kepada Publik, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2007
Mohamad, Goenawan, Seandainya Saya Wartawan Tempo, Institut Tempo (Edisi Revisi), Jakarta, 2007

5 thoughts on “Menulis Feature Profil

  1. Terimah kasih, bagi, tulisan atau karya ini sangat berfungsi bagi saya, sebagai pelajar ilmu komunikasi. sekali lagi Terimah kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>