Memahami Pengertian Berita

Pengantar

Bagi kalangan wartawan, berita merupakan konsep yang paling sulit didefinisikan. Meskipun tiap hari bergelut dengan pencarian dan penulisan berita,  belum tentu  mereka dapat mendefinisikan apa yang dimaksud dengan berita. Seperti diakui oleh Dja’far H. Assegaff, seorang praktisi Jurnalistik yang juga dosen Universitas Indonesia, betapa  sulit membuat definisi berita yang mencakup seluruh segi berita (Assegaff, 1983:21). Mungkin karena kesulitan tersebut, maka Gertrude Stein  mengatakan: “News is news is news”  (Lule, 1987:23) dan  Charles A. Dana (Johnston, 1979:33) hanya menerangkan,    “Felt that ‘anything that will make people talk’ was news” (Berita adalah segala sesuatu yang membuat orang membicarakannya)

Tiga Kelompok Definisi Berita

Kalau membaca berbagai  literatur tentang jurnalistik,  akan ditemukan banyak sekali definisi berita dari  para ahli.  Secara umum definisi tersebut  bisa digolongkan dalam tiga kelompok berdasarkan sudut pandang mereka yang mendefinisikannya.

Kelompok pertama, definisi berita berdasarkan sudut pandang pribadi. Contohnya definisi yang dikemukakan Turner Catledge, mantan Redaktur Pelaksana New York Times,  “News: anything you can find out today that you didn’t know before” (Jonston, 1979:33).  Melalui definisi ini Catledge memandang berita hanya dari sudut pandang pribadi yang membutuhkan berita, yaitu segala sesuatu yang ditemukan hari ini dan belum diketahui sebelumnya. Karena setiap individu mempunyai “pengetahuan sebelumnya”  yang berbeda, maka apa yang dianggap berita oleh seseorang belum tentu  berita bagi orang lainnya.

Definisi lainnya termasuk kelompok ini dikemukakan Doug Newsom dan James A. Wollert  (1985:11), “Berita adalah apa yang diinginkan dan dibutuhkan orang untuk diketahuinya”.  Kerena keinginan dan kebutuhan tiap individu  berbeda, maka apa yang menjadi berita bagi seseorang belum tentu berita bagi orang lainnya.

Kelompok kedua, definisi berita berdasarkan sudut pandang pengelola media. Misalnya dikemukakan Profesor Roland E. Wolseley dan Laurence R. Campbel (1957:272), “Berita adalah laporan mengenai ide mutakhir, kejadian atau konflik yang menarik perhatian konsumen”.  Definisi ini senada dengan  pendapat  Mitchel  V. Charnley dan Blair Charnley (1979:51) yang menyatakan: “News is the timely report of fact or opinions that hold interest or importance, or both, for a considerable number of people” – Berita adalah laporan hangat  tentang fakta atau pendapat yang menarik atau penting, atau  menarik dan penting bagi khalayak.

Termasuk juga dalam kelompok ini  adalah definisi yang dikemukakan Dean M. Lyle Spencer: “News may be defined as any acurate fact or ide that will interest a large number of reader” – Berita adalah  setiap fakta atau ide yang akurat yang menarik bagi sebagian besar pembaca  (Miller, 1957:58)  serta  Erie C. Hopwood yang mengatakan: “News is the first report of significant event which have interest for the public”  – Berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang memiliki daya tarik  bagi public  (Miller, 1957:58).  Selain itu juga  definisi yang dikemukakan Ken Metzler (1986:23):  “Berita adalah sesuatu yang hangat, menceritakan kembali informasi faktual mengenai kejadian, situasi, dan ide (termasuk pendapat dan interpretasi) yang diperhitungkan akan menarik bagi khalayak dan membantu mereka mengenali diri dan lingkungan mereka”.

Kelompok kedua ini berpendapat, segala sesuatu baru layak diberitakan jika menurut pertimbangan mereka (sebagai Redaktur media massa),  akan menarik dan penting bagi sebagian besar khalayak yang dilayaninya. Jadi  yang menentukan  suatu fakta itu “menarik dan berguna” bukanlah khalayak, tapi berdasarkan perkiraan pengelola media yang menyajikan berita tersebut. Seperti dikemukakan oleh Dr. Willard G. Bleyer: “Berita merupakan segala sesuatu yang hangat yang dipilih oleh staf redaksi dikarenakan hal itu menarik dan penting untuk para pembaca mereka atau akan menarik dan penting bagi para pembaca” (Miller, 1957:58).

Dengan demikian, yang menentukan layaknya suatu bahan berita dimuat menjadi berita adalah staf redaksi media massa. Merekalah yang memutuskan sebuah bahan berita akan “menarik dan penting” bagi khalayak sehingga pantas dimuat jadi berita. Redaksilah yang memutuskan sebuah bahan berita yang dengan susah payah dikumpulkan oleh reporter menjadi  “menarik dan berguna” atau hanya pantas menjadi isi kotak sampah. Maka tidak heran jika timbul definisi berita  yang favorit di kalangan reporter, yaitu “News is what my editor says it is” – Berita adalah  apa yang menurut redaksi saya adalah berita (Jonston, 1979:33).

Kelompok ketiga mencoba mengemukakan petunjuk untuk mengenali berita, sehingga siapapun bisa mengenali mana berita dan mana bukan berita.  Ahli yang termasuk kelompok ini, antara lain  A.M. Hoeta Soehoet, seorang tokoh pers dan pendiri Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang IISIP). Menurut Hoeta Soehoet (1980), “Berita adalah keterangan mengenai peristiwa atau isi pernyataan manusia”. Melalui definisi ini, Hoeta Soehoet memberi petunjuk bagaimana mengidentifikasi mana berita dan bukan berita. Berita itu adalah keterangan tentang peristiwa yang disaksikan atau isi pernyataan manusia yang didengar oleh orang yang menyampaikan keterangan tersebut.

Ahli lain yang senada dengan A.M. Hoeta Soehoet adalah Jakob Oetama, pendiri dan pemimpin Grup Kompas  Gramedia. Menurut Oetama (1987:195),  “Berita  bukan fakta, berita itu laporan tentang fakta”. Namun bagi Oetama, sebuah  laporan fakta barulah menjadi berita setelah dimuat di media massa. Pendapat ini senada dengan Djafar H. Assegaff (1983:24) yang mengatakan, “Berita merupakan laporan tentang fakta atau ide termasa, yang dipilih staf redaksi  suatu harian untuk disiarkan”.

Kesimpulan

Dari semua definisi yang dikutip di atas, penulis lebih condong pada  definisi yang dikemukakan Charnley karena lebih memberi petunjuk tentang apa itu berita.  Berita adalah laporan   tentang peristiwa dan atau pendapat yang menarik dan atau penting bagi khalayak. Definisi ini bisa menjadi pedoman bagi pencari berita untuk menentukan apa yang layak dijadikan berita, yaitu peristiwa dan atau pendapat yang menarik dan atau penting bagi khalayak. Apalagi dalam penjelasannya, Charnley juga menguraikan apa yang dimaksud dengan “penting” dan “menarik” bagi khalayak tersebut.  Penting adalah dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi khalayak, sedangkan menarik artinya, berpotensi membangkitkan emosi mereka.

Referensi:

 Ali, S.M. Apa itu Berita? Dalam Generoso J. Gil Jr. (Ed), Wartawan Asia, Penuntun Mengenai Teknik Membuat Berita, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1987.

Assegaff, Dja’far H.,  Jurnalistik Masa Kini; Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Ghalia Indonesia, Jakarta, Edisi pertama 1983.

Charnley,  Michel V. dan Blair Charnley, Reporting, Holt, Rinehart and Winston,  New York, Edisi keempat, 1979.

Hoeta Soehoet, A.M, Jurnalistik ,  STP Press, Jakarta, 1980.

Johnston, Donald H Journalism and the Media,  Barner and Noble Books,  A Devision of Harper & Row.Publisher,  New York, 1979.

Jack Lule, News Value of Three World,,  dalam Albert Hester dan Wailan J. To (Ed), Handbook For Third,world Journalists, The Center For International Mass Comunication Training,  University of Georgia, USA, 1987,  h. 23.

Maeseneer, Paul De, Here’s The News; A Radio News Manual, Unesco, 1986.

Mencher, Melvin,  Newsreporting and Writing,  Wm.  C. Brown  Publishers,   Iowa, 1986.

Metzler, Ken, Newsgathering, Prentice Hall, Inc. New Jersey, 1986.

Miller, Douglass Wood, The News Slant and  the Reporter, dalam  George Fox Mott,  et. al, New Survey of Journalism,  Barnes & Noble, Inc., USA, 1957

Newsom, Doug dan Wollert, James A. Media Writing; News For The Mass Media, Wadswoth Publishing Company, California, 1985.

Oetama, Jakob, Reportase Komprehensif  dalam Jakob Oetama, Perspektif Pers Indonesia, LP3ES, Jakarta, 1987.

Wolseley, Roland E. dan Campbell, Laurence R. Exploring Journalism, Prentice Hall, New York, 1957,

One thought on “Memahami Pengertian Berita

  1. Pingback: Free Piano

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>