Marketing Neraka

Alkisah terjadi musibah di suatu negeri Antaberantah. Sebuah pesawat yang membawa para politisi negara itu meledak di udara. Semua ketua partai tewas seketika.

Tanda tak jelas sehingga tak berfungsiDi akherat mereka dikumpulkan di  dekat timbangan amal, di persimpangan antara syurga dan neraka.  Semuanya dinyatakan berdosa, sehingga semuanya digiring ke neraka. Mereka tertunduk lemas tak berdaya. Ada yang menangis tersedu sambil menutup muka, ada juga yang berusaha mengiba dan memohon agar jangan disiksa.

Namun ada seorang ketua partai yang terlihat tenang-tenang saja, yaitu Ketua Partai Kampung Syurga.  Dia bahkan  masih bisa tersenyum, padahal semasa di dunia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

 

Kejanggalan tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi para ketua partai lain. Mereka curiga terjadi kongkalingkong antara Malaikat dengan Ketua Partai Kampung Syurga. Maka mulai terjadi bisik-bisik di antara mereka, bahkan sudah ada yang merencakan demo besar-besaran terhadap Malaikat penjaga timbangan dosa dan pahala.

“Kalian tak berhak protes dong”,  terdengar  suara bergemah entah dari mana.   “Kalian aja yang  bodoh,  gak tahu kalau Ketua Partai Kampung Syurga  itu sebangsa setan seperti kami. Kami semua memang sudah punya jatah mukim di neraka, maka kami  menugaskan semua anggota agar dengan segala upaya menjadi marketing neraka”.

“Ha haa haaa haaaa!”  tiba-tiba Ketua Partai Kampung Syurga  terbahak. Saat itu dia berubah wajah, dari wajah manusia alim yang biasa terlihat di DPR, berubah ke wajah aslinya, wajah setan menyeramkan.

Semua terdiam dan menangis, menyesal tak berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>