Ide Gila tentang Indonesia

garudaIde atau gagasan biasanya muncul karena keinginan mengatasi persoalan masyarakat.  Ide tersebut ada yang  gampang diwujudkan, tapi banyak juga yang sulit dilaksanakan. Kesulitan mewujudkan ide  biasanya karena memerlukan biaya terlalu mahal  atau karena  ditentang oleh banyak orang.  Ide seperti ini kadang dicap sebagai ide gila  atau ide nyeleneh.

Sejauh ini  saya mencatat setidaknya ada lima ide gila tentang Indonesia, yaitu:

Pertama,  ide ingin memisahkan pusat pemerintahan dengan ibukota negara.  Penggagas ide ini agaknya terpengaruh oleh Amerika yang memiliki New York dan Washington DC  atau Australia yang punya Darwin dan Canberra.  Ide ini sebenarnya hampir terwujud di jaman Orde Baru, yaitu pemerintah sudah mempersiapkan daerah Jonggol, Kabupaten Bogor  sebagai lokasi yang akan dibangun pusat pemerintahan. Sayang ide ini kandas sejalan dengan berakhirnya kekuasaan Pak Harto.

Ide pemisahan ini tetap tumbuh sampai sekarang, bahkan ada yang lebih gila, ingin memindahkan pusat pemerintahan ke Kalimantan, bahkan ada yang ingin ke Papua. Alasannya, pusat pemerintahan akan menarik minat orang datang ke sana, sehingga bisa mempercepat pemerataan pembangunan di daerah bagian timur Indonesia.

Kedua,  ide ingin membagi jam kerja pegawai negeri: pagi dan malam. Alasannya, jumlah pegawai negeri begitu banyak, yaitu sekitar 4,7 juta dan hanya 5% yang kompeten (view) dan tugas utama mereka malayani masyarakat.  Dengan pembagian jam kerja, pagi (08.00-15.00)  dan sore (15.00-21.00), maka akan lebih banyak masyarakat yang bisa dilayani, termasuk mereka yang tidak bisa datang di pagi hari.  Pelaksanaan ide ini diyakini akan mengurangi pegawai negeri yang malas karena tidak ada pekerjaan, juga bisa menghapus percaloan di kantor pemerintahan.

Ketiga, ide ingin melegalkan pelacuran dan menempatkan lokalisasi di pulau terpencil,  antara lain di Kepulauan Seribu, Jakarta dan Pulau Kangean, Madura (view). Alasannya, kegiatan pelacuran tidak mungkin bisa dihapus tuntas, sehingga kalau tidak dilegalkan akan banyak praktek mesum  liar di sembarang lokasi.  Dengan ditempatkan di sebuah pulau khusus, maka kegiatan mesum bisa dilokalisir adan eksesnya bisa dikendalikan. Juga hanya orang yang  berfikiran mesum berat yang akan pergi ke pulau tersebut.

Ide seperti ini sukses diterapkan di Malaysia, yaitu menempatkan kawasan Genting Highland sebagai pusat perjudian dan prostitusi. Namun, meski sangat logis,  ide ini sulit dilaksanakan di Indonesia karena ditentang oleh berbagai organisasi Islam, terutama Front Pembela Islam. Alasan mereka,  judi dan pelacuran itu bertentangan dengan norma agama dan hukum, maka seharusnya dilarang, bukan malah dilegalkan.

Keempat, ide mengatasi kemacetan Jakarta dengan cara membatasi mobil beroperasi Jakarta (view). Ada yang mengusulkan pembatasan berdasarkan nomer kenderaan,  sehari untuk mobil bernomer genap dan sehari  untuk yang bernomer ganjil. Ada juga yang meminta agar pemilik mobil pribadi tidak membeli bahan bakar minyak bersubsidi. Bahkan ada ide lebih edan,  agar pemerintah berhenti memberi fasilitas kepada mereka.  Cukup membangun jalan-jalan untuk kenderaan umum dan menelantarkan jalan untuk mobil pribadi. Selain itu, pemilik  kenderaan pribadi harus dikenakan pajak yang tinggi dan  sewa parkir mahal.

Kelima,  ide  mengatasi masalah korupsi dengan menghukum mati para koruptor.  Munculnya ide ini karena frustasi  melihat kasus korupsi yang makin merajalela. Ide ini  sulit diwujudkan karena begitu banyaknya jumlah koruptor yang harus dihukum mati. Lagi pula, korupsi itu selama ini melibatkan pihak eksekutif, legislatif, dan  yudikatif, sehingga mana mungkin mereka akan menyetujui hukuman mati.

3 thoughts on “Ide Gila tentang Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>