Larangan di Commuter Line

Sejak 1 Juni 2013,  PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan satu jenis kereta  untuk melayani penumpang di Jadebotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi) yang diberi nama Commuter Line. Tarif ditentukan berdasarkan jauh perjalanan, yaitu lima stasiun pertama Rp 2000, lalu setiap tiga stasiun berikutnya dikenakan tarif Rp 500.

Satu hal yang paling menyolok sejak beroperasi Commuter Line terlihat banyak  larangan, baik di dalam kereta maupun di stasiun. Kalau dulu calon penumpang bisa mencari jualan berbagai makanan di sepanjang peron, sekarang stasiun bersih dari para pedagang.  Semua warung yang pernah ada,  sekarang telah dibongkar.  Bahkan PT KAI menempatkan petugas keamanan di setiap stasiun untuk melarang para pedagang asongan.

Contoh larangan di dalam kereta bisa dilihat pada gambar berikut:

Larangan dalam Perjalanan

Sedangkan di stasiun bentuk larangannya banyak, terutama berkaitan dengan kebersihan di lingkungan stasiun.

Himbauan Umum

 

Larangan di Peron

Calon penumpang yang paling tersiksa sekarang adalah para perokok.  Mereka tidak bisa seenaknya  menikmati kegemarannya itu di sembarang tempat.  Lihatlah berbagai larangan bagi perokok.

Tak ada tempat Perokok

 

Tak boleh di Stasiun

 

Namun PT KAI  tentu mengetahui, masih banyak penumpangnya yang perokok berat, sehingga tidak mungkin bagi mereka bisa tahan berlama-lama di stasiun tanpa merokok. Maka PT KAI masih menyediakan ujung peron sebagai tempat bagi perokok menikmati kegemarannya.

 

Membatasi gerak Perokok

 

Ketatnya pemberlakukan larangan oleh PT KAI sempat dikeluhkan oleh masyarakat, terutama oleh para pedagang kecil yang selama ini mengais rezeki dari para penumpang kereta.  Namun  pihak PT KAI tetap keukeuh dengan alasan ingin memberikan pelayanan maksimal bagi para pengguna moda transportasi massal tersebut. Makanya PT KAI juga menyediakan WC  dan tempat charger handphone gratis, bahkan di stasiun tertentu seperti Tanah Abang, ada klinik gratis.

 

Fasilitas Penumpang

 

Tentu  tidak semua larangan oleh PT KAI  untuk membatasi kesenangan   pengguna kereta, tapi ada juga  demi menyelamatkan nyawa manusia. Contohnya larangan berikut:

Peringatan Bahaya

Peringatan tanda bahaya

Semua larangan tersebut tentu ada yang dirasakan merugikan dan ada juga yang menguntungkan, tergantung masing-masing orang penyikapinya. Namun jika larangan tersebut didasari niat baik untuk meningkatkan pelayanan, penumpang tentu akan memakluminya!

 

3 thoughts on “Larangan di Commuter Line

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>