Humas Harus Menulis

Andrie SubonoKetika memberi kuliah Public Relations (PR) Writing, seorang mahasiswa bertanya: “Mengapa orang Humas perlu belajar menulis? Mengapa pula harus mempelajari tentang berita?”  Terus terang saya kaget mendengar pertanyaan tersebut. Bagi saya, pertanyaan seperti itu sangat aneh datang dari seorang mahasiswa komunikasi, calon sarjana Humas.

Kejadian itu mendorong saya melakukan riset kecil-kecilan. Ternyata telah terjadi salah paham di kalangan sebagian mahasiswa Humas. Mereka menganggap, pekerjaan menulis hanya untuk  Jurnalis/Wartawan,  sedangkan Humas hanya bicara tanpa menulis. Sebagian mereka memilih jurusan Humas  karena merasa tidak memiliki bakat menulis.  Padahal  menulis itu gampang, asalkan mau belajar dan melatih diri dalam menulis. Continue reading

Tips Menjadi Reporter

Pada bagian akhir buku “Handbook for Third World Journalists” yang ditulis dan disunting oleh Albert L. Hester dan Wai Lan J. To (1987, p 215-217), disertakan satu “Appendix” dengan judul menarik “How to Find the News”.  Meski judulnya “Bagaimana Menemukan Berita”, tapi isinya lebih tepat merupakan tips lengkap untuk  menjadi reporter yang baik.

Kebakaran Tanah Abang

 

Intinya, siapapun yang ingin menjadi reporter  harus memiliki naluri ingin tahu yang besar.  Reporter tidak boleh malas, dia harus selalu tergerak untuk mengetahui apapun yang terjadi dan dibicarakan orang. Dia harus selalu bertanya: “Bagaimana kejadian sebenarnya?” dan “Mengapa hal itu bisa terjadi?”.

 

Maka bagi mereka yang tidak memiliki naluri ingin tahu, lebih baik jangan mimpi jadi reporter. Lebih baik cari profesi lain yang lebih cocok.

Pemalas juga  tidak cocok jadi reporter.  Seorang reporter harus menjadi pemburu berita (news hunter), karena bahan berita tidak mungkin tersedia di balik lemari pendingin atau muncul dengan sendirinya dari bawah tempat tidur. Berita itu harus diburu dan dikumpulkan dari berbagai tempat dan berbagai sumber berita. Continue reading

Menulis Straight News

Straight News atau Spot News adalah berita yang ditulis apa adanya berdasarkan fakta yang   dilihat dan didengar di tempat kejadian. Dalam bahasa Indonesia disebut Berita Lempang (Lempang dalam bahasa Betawi berarti lurus/straight). Straight News selalu  ditulis secara terburu-buru agar cepat dimuat/disiarkan karena nilai beritanya sangat tergantung pada faktor aktualitas. Continue reading

Tips Berumah Tangga dari Haji Kirun

Kirun

Kirun

Masyarakat Indonesia tentu kenal  Kirun. Popularitas pemilik  nama lengkap Haji Muhammad  Syakirun ini mampu menembus nusantara, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Hongkong.

Meski sudah terkenal, Pak Haji (begitu dia biasa disapa)  tetap memilih domisili di Madiun. Sampai saat ini dia tidak tertarik pindah ke ibukota. “Jakarta terlalu sempit!”, ujarnya . “Enakan tinggal di Madiun,  bisa dapat rezeki Jakarta, tapi pengeluaran tetap daerah”, cetusnya sambil tertawa. Continue reading

Wawancara Jurnalistik

Wawancara  adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak.  Satu pihak sebagai pewawancara (interviewer) atau pihak yang mengajukan pertanyaan.  Pihak lain sebagai orang yang diwawancarai (interviewee) atau yang menjawab pertanyaan. Wawancara merupakan salah satu cara  untuk memperoleh informasi dari manusia. Cara lain adalah dengan pengamatan (tingkah laku, kebiasaan), pengukuran (tinggi, berat), serta pengujian (kecakapan).

SumbawaKegiatan wawancara dilakukan untuk  kepentingan: 1)   interviewer, misalnya dilakukan pihak perusahaan terhadap calon karyawan, untuk menentukan apakah calon pantas menduduki posisi yang dibutuhkan; 2)  interviewee, misalnya oleh dokter kepada pasein, untuk menentukan jenis obat paling  tepat agar pasein cepat sembuh; 3)  dua pihak: interviewer dan interviewee, misalnya dilakukan pengacara kepada klien untuk menyusun pembelaan atau penuntutan; dan 4)  untuk pihak lain, misalnya yang dilakukan oleh peneliti  dan wartawan. Continue reading

Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”. Continue reading

Memahami Proses Terjadi Berita

Setiap waktu masyarakat diterpa bermacam berita dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, bahkan melalui akun jejaring sosial dan BlackBerry Mesenger.  Banyak berita tersebut yang berguna karena informasinya sangat dibutuhkan, namun tidak sedikit berita itu hanya layak menjadi sampah karena tidak akurat dan bahkan menyesatkan.

Tulisan ini memberi gambaran tentang proses terjadinya berita agar masyarakat bisa jelas  menilai berita yang disiarkan oleh media massa. Continue reading

Fakta dan Nilai Berita

Seperti dijelaskan oleh tokoh pers Indonesia, Jakob Utama (1987), berita itu  bukan fakta,  berita adalah laporan tentang fakta (view),  maka setiap wartawan harus mampu mengumpulkan dan memilih fakta layak berita. Mereka harus mampu mengenali setiap fakta dan mampu menentukan fakta yang memiliki nilai berita (news value).

Humas Polda Metro

Fakta adalah realita atau kenyataan, “hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi” (KBBI).  Realita itu bisa berupa: 1)  fakta peristiwa, yaitu sebagaimana terjadinya peristiwa tersebut, dan  2)  fakta pendapat, yaitu sebagaimana disampaikan manusia, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, keterangan  tentang peristiwa sebagaimana diceritakan orang lain, termasuk fakta pendapat.

Peristiwa yang terjadi di dunia terdiri dari peristiwa terduga dan peristiwa tidak terduga. Peristiwa terduga, yaitu bisa diduga kapan dan dimana akan terjadi.  Contoh:   peristiwa olahraga,  acara serimonial (ulang tahun, serah terima jabatan, dsb),  sidang (parlemen,  pengadilan, kabinet, dsb),  seminar/diskusi/lokakarya, pertunjukan seni, fenomena alam (gerhana),  pameran/open house,  dan acara keagamaan (idhul fitri/adha, natal, dsb). Continue reading

Filosofi perkawinan Jawa

 

Banyaknya kasus perceraian, terutama di lingkungan artis menimbulkan pertanyaan: mengapa begitu gampang orang bercerai? Mengapa sebuah mahligai rumah tangga begitu rapuh?  Padahal kalau melihat riwayat perkawinan mereka, banyak rumah tangga yang bercerai itu, dibangun dengan pesta miliaran rupiah. Mereka merayakan pesta adat meriah di gedung megah, bahkan ada yang akad nikahnya di hadapan Ka’bah, disaksikan dan didoakan oleh Kyai ternama.

Memang menjalani kehidupan rumah tangga tidak gampang, karena tidak ada sekolah yang mengajarkan tentang hal itu. Sayangnya jarang ada yang menyadari hal itu, sehingga jarang yang melakukan persiapan “khusus” memasuki perkawinan. Lihat saja, banyak calon penganten hanya sibuk konsultasi mengenai bentuk pesta dan soal pakaian saat pesta. Jarang ada yang melakukan konsultasi tentang seluk beluk perkawinan yang harus mereka jalani kelak. Continue reading