Warisan Loper Koran

Seorang loper koran terbaring lemah di ICU sebuah rumah sakit. Dia didampingi istri dan tiga anaknya. Merasa tidak mungkin bertahan lama,  sang loper berpesan pada keluarganya:

“Mungkin usia Bapak sudah tak lama lagi. Bapak berharap kalian bertiga menjaga Ibumu sebaik mungkin. Jangan ada di antara kalian bertengkar karena hal sepele, apalagi berebut warisan dari Bapak”. Continue reading

Capres Blusukan ke Mal

Seorang yang mengaku Calon Presiden (Capres)  blusukan ke mal paling ramai di Jakarta. Dia jalan petantang-petenteng, senyum ke kanan dan ke kiri,   menganggap semua orang pasti kenal dan mendukungnya. Di dekat toilet dia bertemu  seorang Nenek tua kaya yang kelihatannya sedang mual mau muntah.  Nenek yang terlihat masih seksi  itu nampak sangat menderita saking mual. Continue reading

Anekdot – Gending Sriwijaya

Penayangan  film Gending Sriwijaya telah mempopulerkan salah satu bahasa daerah di Sumatera Selatan.  ‘Wong Kito’ mengenalnya sebagai ‘bahasa Lahat’, karena  digunakan oleh masyarakat Kabupaten Lahat.  

Secara sekilas bahasa Lahat mirip bahasa Melayu, terutama pada penggunaan hurup ‘e’ (baca ‘e’ seperti pada ‘petang’), namun bahasa tersebut spesifik daerah Lahat dan Lematang, sehingga penggunaannya di media massa bisa  menimbulkan salah paham bagi masyarakat daerah lain. Continue reading

Waspada Kotoran Macan

Bagi Anda yang biasa ke gunung atau hutan, macan atau harimau sangat berbahaya. Di samping sosoknya yang menakutkan, kotorannya juga  harus diwaspadai. Di kampung saya ada ‘kepercayaan’, siapapun pernah menginjak kotoran macan akan sial:  akan mendapat pasangan (istri/suami) jelek. Continue reading

Orang Banjar Empat Istri

Anekdot ini disampaikan Ustadz H. Muhammad Arifin Ilham, seorang dai terkenal asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ketika berceramah di Mesjid Agung, Banjarmasin, 2008. Kebetulan saya  sempat mengikuti ceramah tersebut.

Di tengah ceramah tentang keluarga, Ustadz Arifin sempat menyampaikan anekdot yang membuat hadirin perempuan tersenyum kecut. “Saya gagal menjadi Orang Banjar!” ujarnya. Continue reading

Anekdot – Banggar, Setan, dan Aceng

Tarno,  paranoral anggota Banggar  yang biasa berhubungan dengan dunia astral sangat kesal melihat kesombongan kenalan barunya, sosok makhluk bernama setan.  “Memangnya sampeyan bisa apa pada manusia?”, tantangnya.

“Pokoknya saya bisa menggoda siapa saja”,  kata setan angkuh. “Saya bisa mengubah pejabat menjadi penjahat. Mengiring orang saleh menjadi pembuat salah.   Bahkan bisa menggoda Ajengan (Kyai) agar jadi bajingan!” Continue reading

Anekdot – Presiden Malu

(Kisah daur ulang yang  selalu cocok di segala zaman)

Alkisah terjadi di negara Antaberantah.  Presiden Sukampret sangat kesal melihat para tokoh partai koalisi sibuk bertengkar tak jelas juntrungan sehingga merusak citra pemerintah.  Presiden terpaksa membentuk Tim-7 untuk menemukan “penyebab pertengkaran dan cara mendamaikannya”. Tim bekerja pagi petang siang malam 7×24 jam,  lalu mengusulkan satu rekomendasi: “Segera lakukan kocok ulang kabinet  dan atur ulang pembagian jabatan”. Continue reading

Banggar di Papua

Dalam rangka memperbaiki citra Banggar yang sedang terpuruk, beberapa anggota Banggar mengusulkan agar mengunjungi daerah  calon penerima anggaran. Daerah pertama yang akan dikunjungi adalah Papua.

Arje (anggota Banggar gadungan hehee) Hotel Tirta Mandala Jayapura

Semua anggota Banggar setuju dengan usulan tersebut, maka Ketua Banggar meminta Sekjen DPR mempersiapkan kunjungan, antara lain memilih hotel  tempat menginap.

Staf sekjen tidak pergi ke Papua. Dia hanya mengandalkan informasi melalui telepon dari seorang tokoh LSM Papua. Berdasarkan informasi itu, dia merekomendasikan menginap di sebuah hotel di Daerah Dok II, Jayapura. Alasannya, hotel tersebut paling kondusif karena  di sana telah terpajang foto semua anggota DPR.

Mendengar rekomendasi tersebut, seorang Staf Ahli anggota DPR asal Papua heran. Diam-diam dia terbang ke Papua dan menginap di hotel yang direkomendasikan. Di sana dia tidak menemukan foto anggota DPR, namun secara menyolok di sana dipajang  foto-foto hewan  yang biasa dipelihara masyarakat Papua. (arje’2012)

Sobat Banggar, Jujurlah!

DompuSi Alon Tambolon, mantan Anggota Banggar benar-benar lagi bete. Sudah setahun tinggal sendiri karena ditinggal istri yang selingkuh dengan sopirnya, sedangkan kedua anaknya selalu tidak pernah di rumah. Malam-malam  dia duduk sendirian di sofa, menyetel teve keras-keras sambil minum Vodka.  Setelah menghabiskan tiga botol, matanya mulai berkunang-kunang karena mabok berat.

Di televisi, seorang anggota Banggar DPR RI (mantan teman Si Alon) sedang berbicara: “Kami di Banggar itu benar-benar bekerja untuk negara. Hanya berfikir untuk menyelamatkan uang negara. Kalaupun ada anggota Banggar yang dituduh korupsi atau diisyukan sering selingkuh, itu baru dugaan. Kalaupun memang ada, itu hanya oknum. Mungkin karena dia sedang hilaf!”

Si Alon Tambolon bangki dari sofa, badannya sempoyongan tapi matanya tetap ke teve. Dia tetap  menyimak  temannya yang begitu bersemangat berbicara seolah tak pernah bersalah. Tiba-tiba Alon berteriak: “Kawan, mumpung anak-anak dan istriku sedang gak ada, bicaralah yang jujur!” (arje’2012)