Buya HAMKA

Buya HAMKA

Bila mendengar pertengkaran tentang agama di masyarakat, saya selalu teringat  Almarhum Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah). Sejak usia muda Buya HAMKA terkenal fanatik sebagai tokoh Muhammadiyah, paling keras mengkritik praktek bi’ah di masyarakat. Namun  di masa tuanya beliau jadi panutan semua kalangan Islam, termasuk warga Nahdiyin yang sering menjadi sasaran kritiknya ketika masih muda. Continue reading

Hariri oh Hariri

HaririNama Hariri itu diambil dari bahasa Arab, artinya Sutraku.  Tentu orang tuanya berharap agar ia tumbuh anggun dan lemah lembut seperti sutra.  Sejak kecil Hariri telah dibekali ilmu agama agar  mewarisi sifat Kanjeng Nabi Muhammad Saw yang lemah lembut dalam berdakwa.

Saya yakin orang tua Hariri sangat bangga ketika anak kesayangannya  itu tumbuh menjadi lelaki tampan  dan pandai berdakwah.  Apalagi kemudian dia berhasil menjuarai  kontes dai,  lalu menjadi bintang  sinetron sebagai ustadz bijaksana. Namanya pun jadi terkenal dan  semua orang memanggilnya Ustadz Hariri. Continue reading

Haram menurut Islam

Masalah halal haram merupakan ketentuan paling penting dalam ajaran Islam. Mengabaikan ketentuan tentang apa yang diharamkan bisa menyebabkan ibadah menjadi sia-sia. Maka tidak heran jika kalangan sufi lebih sering berpuasa untuk “menutup 99 pintu halal hanya untuk menghindari satu pintu haram”. 

Dalam buku-buku tentang Islam dijelaskan, masalah haram termasuk ketentuan tentang larangan. Misalnya dalam buku Riadhus Shalihin terjemahan Ustadz Alhafid Masrap Suhaimi, kita menemukan bab khusus yang membahas tentang hal-hal yang dilarang. Juga dalam tulisan Yusuf Qardhawi (view), banyak sekali dibahas tentang apa saja yang dilarang.

Kalau diperhatikan, Islam tidak pernah mengharamkan benda, apalagi benda/mahluk ciptaan Tuhan, karena “Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia”. Kalau pun ada larangan menyangkut benda, yang dilarang adalah membuat atau mengunakan benda itu, misalnya dilarang membuat patung dan menggunakan patung untuk disembah. Continue reading

Islam Agama Proses

arje-alimAgama Islam boleh dikatakan agama proses, yaitu agama yang lebih menghargai proses daripada hasil. Bahkan dalam Islam, kita hanya dituntut untuk menjalani proses secara baik dan benar, sedangkan hasil tak perlu kita pusingkan karena urusan Allah. Kita hanya diminta percaya, bahwa setiap pekerjaan baik yang dilakukan dengan benar akan memperoleh hasil akhir yang baik.

Proses yang dimaksud di sini adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mencapai keberhasilan tersebut. Dalam Islam, proses itu harus mulai dari niat. Seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad Saw (HR Bukhari-Muslim), “setiap amal perbuatan ditinjau dari segi niat/tujuannya”. Dengan demikian, sebaik apapun kegiatan yang kita lakukan dan sebanyak apapun hasil yang dicapai, tidak ada artinya (tidak akan mendatangkan pahala), jika dimulai dengan niat yang salah. Continue reading