Beda Hemat dan Pelit

Kadang susah mengidentifikasi antara orang hemat dan orang pelit, karena perbedaannya tipis sekali. Sama-sama malas “mengeluarkan dompet”, apalagi harus mengeluarkan uang dari dompet.

arje3Sewaktu masih kecil, kala semua kebutuhan tergantung orang tua, kadang kita menuduh orang tua pelit karena menolak permintaan kita. Padahal kita tidak tahu, sesungguhnya mereka itu hemat karena harus hati-hati mengelola keuangan agar bisa membiayai semua anaknya.

Begitu juga ketika sekolah, kadang kita menuduh teman pelit karena jarang jajan, apalagi mentraktir teman lain. Padahal sesungguhnya dia itu hemat,  karena uang jajannya memang terbatas sehingga harus diatur agar bisa mencukupi keperluan.

Sebenarnya  ada petunjuk untuk membedakan antara orang hemat dan orang pelit. Orang hemat adalah mereka yang tidak mau mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu. Tapi untuk hal yang sangat perlu, meski mahal pasti akan diadakan. Orang hemat tidak pernah melakukan atau membeli sesuatu hanya karena gengsi.

Juga orang hemat  itu bukan orang boros, yang ‘besar pasak daripada tiang’. Orang hemat selalu memperhatikan rumus  I (Income) = C (Consumer) + S (Saving).  Sedapat mungkin dia menekan konsumsi agar bisa menyisihkan pendapatan untuk disimpan.

Beda dengan orang pelit. Dia akan menganggap semuanya tidak perlu.  Misalnya mahasiswa, untuk belajar perlu alat tulis dan buku referensi, tapi tidak mau menyisihkan uang untuk membeli. Tiap kuliah dia selalu meminjam pada temannya.  Contoh lain, perokok yang tidak pernah beli rokok, tapi selalu minta rokok teman.

Sekarang Anda termasuk yang mana: hemat atau pelit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>