Bahasa Bingin Teluk Rawas

Pengantar

 

Abdurrahman Jemat

Abdurrahman Jemat

Bingin Teluk Rawas adalah sebuah kampung yang menjadi ibukota Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara – pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas), Propinsi Sumatera Selatan.

Kampung Bingin Teluk terletak di pinggir Sungai Rawas, yaitu berada di kedua sisi Sungai Rawas. Menurut cerita orang tua-tua, kata Bingin Teluk berasal dari adanya pohon beringin besar yang tumbuh di pinggir teluk.

Uniknya, meskipun hanya sebuah kampung,  Bingin Teluk memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh daerah sekitarnya, termasuk dengan kampung lain yang berada dalam Kecamatan Rawas Ilir. Perbedaan tersebut terlihat dalam pengucapan kosa kata maupun pada makna kata yang diucapkan.

 

Dalam berkomunikasi dengan orang luar daerah, orang Bingin Teluk (terutama mereka yang masih tinggal di kampung) juga unik. Meski mereka mengerti bahasa Indonesia, nampaknya sulit sekali bagi mereka mengucapkannya, sehingga selalu menggunakan bahasanya  sendiri.  Hal ini tak jarang menimbulkan miskomunikasi akibat misinterpretasi dari lawan bicara mereka yang berasal dari luar daerah.

Sebagai putera asli Bingin Teluk yang lama tinggal di luar daerah, penulis merasa perlu menyusun tulisan yang bisa menjembatani antara orang asli Bingin Teluk dengan orang luar kampung halaman penulis. Untuk itu penulis berusaha melakukan penelusuran untuk menghimpun berbagai kosa kata yang digunakan orang Bingin Teluk, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Tujuan dan Kegunaan

Tujuan penyusunan tulisan ini adalah untuk membantu orang Bingin Teluk dalam berkomunikasi dengan pihak luar daerahnya serta untuk membantu mereka yang ingin berkomunikasi dengan orang asli Bingin Teluk. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman (miscommunications) dalam pembicaraan antar orang Bingin Teluk dengan orang yang berasal dari luar Bingin Teluk.

Selain itu, tujuan paling luhur dari penyusunan tulisan ini adalah sebagai bakti penulis pada kampung halaman, yaitu sebagai upaya penulis dalam  melestarikan bahasa nenek moyang penulis sendiri.

Metode Penyusunan

Penyusunan tulisan ini memakan waktu cukup lama. Penulis mulai merancang tulisan ini sejak 2000 dan baru bisa penulis terbitkan sekarang. Kendala terbesar dalam penyusunan tulisan ini adalah, sulitnya menginventarisir seluruh kosa kata yang pernah diucapkan oleh orang Bingin Teluk. Banyak sekali kosa kata dalam Bahasa Bingin Teluk yang telah jarang diucapkan, sehingga sulit untuk menyusun daftar kosa kata Bingin Teluk secara lengkap dalam waktu singkat.

Untuk menyusun tulisan ini, setidaknya penulis melakukan tiga pendekatan, yaitu: yaitu:

  1. Mencoba mengingat sendiri kosa kata yang pernah penulis ucapkan ketika masih kecil,
  2. Berbicara dengan para anggota IKBR (Ikatan Keluarga Besar Bingin Teluk Rawas) yang berdomisili di Jadebotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), serta
  3. Berbicara dengan berbagai kalangan orang Bingin Teluk yang masih menetap di kampung halaman.

Beruntung bagi penulis, pada tahun 2001 ibunda penulis memutuskan tinggal bersama penulis di Depok. Sehari-hari ibunda penulis masih menggunakan bahasa Bingin Teluk, sehingga dari mulut beliau   selalu terlontar kosa kata Bingin Teluk yang belum terinventarisir oleh penulis.

Tahun 2004 hasil kajian ini penulis publikasikan melalui blog Vitara Village Depok dan juga kemudian melalui : http://www.facebook.com/love.arje  — Belakangan penulis publikasikan di  http: //arje.weblog.esaunggul.ac.id  Melalui dunia maya tersebut, penulis menerima banyak masukan kosa kata yang luput dari hasil penulusuran sebelumnya. Masukan ini penulis gunakan untuk melengkapi kosa kata yang sudah ada.

 Sekilas tentang Bingin Teluk

Bingin Teluk  terletak kurang lebih 115 km dari Lubuk Linggau, ibukota Kabupaten Musi Rawas. Kebutuhan pokok untuk kampung ini terutama dipasok dari Palembang lewat Sungai Musi dan Sungai Rawas.

Untuk pergi ke Jakarta, orang Bingin Teluk bisa melalui jalan darat dari Kota Lubuk Linggau tanpa harus melewati Palembang. Bisa juga melalui Palembang tanpa melewati Lubuk Linggau.  Dari Bingin Teluk ke  Palembang bisa ditempuh lewat jalan darat maupun lewat jalur sungai, yaitu menggunakan speedboad atau motor tongkang melalui Sungai Rawas lalu menyusuri Sungai Musi.

Bahasa yang digunakan orang Bingin Teluk, pada umumnya mirip dengan bahasa Indonesia (Melayu). Hal ini terlihat dari masih banyaknya kosa kata bahasa Indonesia yang digunakan utuh oleh orang Bingin Teluk. Misalnya kata udang, ikan, ayam, kacang, bawang, pisang, pagi, siang, perang, lampu, sepatu, baju, gigi, lidah, ludah,  banyak, lunak, jinak, anak,  dan lain-lain.

Pokoknya semua kata yang tidak terdapat dalam daftar kosa kata  pada tulisan ini berarti kata tersebut sama dengan kosa kata dalam bahasa Indonesia (Melayu).

Namun ada juga di antara kosa kata bahasa Indonesia tersebut yang diucapkan sedikit berbeda dengan pengucapannya dalam bahasa Indonesia, namun pengertiannya   sama dengan  bahasa Indonesia, misalnya:

  1.  Ada kata bahasa Indonesia yang hanya diubah sedikit, yaitu  huruf ‘a’ di akhir kata diubah dengan ‘e’ (mirip bahasa Betawi). Contoh: kata tua menjadi tue, dua (due), tiga (tige), lima (lime), sama (same), Cina (Cine), lama (lame), dan sebagainya.
  2. Ada kosa kata bahasa Indonesia yang hurup “a” di akhir kata diubak jadi “ek”, misalnya: kita (kitek), minta (mintek), juga (jugek), dan sebagainya.
  3.  Ada kata bahasa Indonesia yang hurup tengahnya menggunakan hurup ‘r’ diubah dengan ‘h’, contoh: orang menjadi uhang, arang (ahang), beras (behas), deras (dehas), keras (kehas), dan sebagainya.
  4. Ada pula kata yang berasal dari bahasa Indonesia yang diawali hurup ‘h’, maka hurup ‘h’-nya dihilangkan, contoh: hangat menjadi ‘angat’, hitam (itam), hisap (isap), hilang (ilang), hujan (ujan).  Kadang ketentuan ini digunakan juga untuk menyebut nama orang, misalnya Hasan (Asan), Husin (Usin), Hasanah (Asanah).
  5. Tidak ada kosakata  bahasa Bingin Teluk yang dimulai dengan hurup: f, v, w, x, q.

Namun demikian, bahasa Bingin Teluk juga mengandung banyak perbedaan dengan bahasa daerah lain (termasuk dengan bahasa Indonesia), misalnya:

  1. Meskipun menggunakan kata yang sama dengan kata dalam bahasa Indonesia, namun maknanya sangat jauh berbeda. Contoh: kata ‘budi’ dalam bahasa Indonesia berarti sopan santun, namun di Bingin Teluk berarti tipu daya. Kata ‘kasihan’ (iba), di Bingin Teluk berarti tertusuk serbuk kayu. Juga kata ‘bela’ (menolong), di Bingin Teluk berarti “jangan”.
  2. Banyak juga kata dalam bahasa Bingin Teluk yang hanya berlaku dan dimengerti orang Bingin Teluk. Misalnya, boti (melabrak dengan kata-kata), tademok (terdesak tidak bisa lagi berkelit), gomok-gomok (berbicara pelan membicarakan orang lain), dan sebagainya.

 Pembentukan Kata

Bahasa Bingin Teluk menggunakan awalan tapi tidak (jarang sekali) mengenal akhiran. Penggunaan imbuhan dalam bahasa Bingin Teluk adalah sebagai berikut:

  1. Untuk awalan ‘ber’ diganti ‘ba’, misalnya legek (canda) menjadi balegek (bercanda), lage (laga) menjadi balage (berkelahi), ungau (ngantuk) menjadi baungau (bagadang), gunek (guna) menjadi bagunek, ajo (ajar) menjadi balajo (belajar), dan sebagainya.
  2. Awalan ‘ter’ diubah menjadi ‘ta’, misalnya tawe (tawa) menjadi tatawe (tertawa), bones (gundul) menjadi tabones (tergunduli, bersih habis), bongkot (pangkal) menjadi tabongkot (sampai kepangkal), dan sebagainya.
  3. Awalan ‘per’ diganti ‘pa’, misalnya dari kata sungkang (malas) menjadi panyungkan (pemalas), kamuhau (cemburu) menjadi pangamuhau (pencemburu), aneng (dengar) menjadi panganeng (pendengaran), upat (caci) menjadi pangupat (orang yang suka mencela),  dan sebagainya.

Untuk awalan ‘me’ penggunaannya agak lain, yaitu untuk kata yang diawali hurup vokal (hidup), cukup ditambah ‘ng’, misalnya  ajo (ajar) menjadi ngajo (mengajar), agang (tantang) menjadi ngagang (menantang), ije (eja) menjadi ngeja, dan sebagainya. Namun untuk kata yang diawali hurup konsonan (mati), penggunaannya sebagai berikut:

Pertama, untuk kata yang diawali hurup ‘r’ dan ‘l’ cukup ditambah ‘ma’, misalnya rayek (besar) menjadi marayek (membesar), raso (rasa) menjadi maraso (merasakan), luat (benci) menjadi maluat (membuat benci), lahai (lari) menjadi malahai (melarikan), dan sebagainya.

Kedua, untuk kata yang hurup awalnya ‘b’ dan ‘p’, diubah dengan ‘m’, misalnya boti (damprat) menjadi moti (mendamprat), belor (senter) menjadi melor (menyenter),  penyap (simpan) menjadi menyap (menyimpan), pese (siksaan agar jera) menjadi mese (membuat jera), dan sebagainya.

Ketiga, untuk kata yang diawali hurup  ‘d’ dan ‘t’ maka hurup awalnya diubah dengan ‘n’, misalnya dengo (dengar) menjadi nengo (mendengar), dasi (datang) menjadi nasi (mendatangi), dekap (peluk) menjadi nekap (memeluk),  temes (kena sedikit) menjadi nemes (mengenai sedikit), tego (tegur) menjadi nego (menegur),  tekai (abai) menjadi nekai (mengabaikan) dan sebagainya.

Keempat, kata yang diawali hurup  ‘j’, ‘c’, dan ‘s’, maka hurup awalnya diubah dengan ‘ny’, misalnya jale (jala) menjadi nyale (menjala), jehe (jera) menjadi nyehe (membuat jera), capak (buang) menjadi nyapak (membuang), coro (tuang) menjadi nyoro (menuang), cobok (coba) menjadi nyobok (mencoba), sego (susah)  menjadi nyego (menyusahkan), dan sebagainya.

Kelima, kata yang berhurup awal  ‘g’ dan ‘k’, maka  hurup awalnya diubah dengan ‘ng’, seperti ganau (ribut) menjadi nganau  (membuat ribut), garong (rampok menjadi ngarong (merampok), kodak (ganggu) menjadi ngodak (mengganggu), kecek (pura-pura) menjadi ngecek (menipu dg berpura-pura), dan sebagainya.

Bahasa  Bingin Teluk menggunakan hurup ‘e’ dengan dua cara, yaitu:

  1. ada ‘e’ yang digunakan seperti dalam kata ‘bela’ atau ‘beda’  dan
  2.  ada ‘e’ yang digunakan seperti pada kata ‘belah’ atau ‘betah’.

Untuk memudahkan pembaca mengucapkan bahasa Bingin Teluk,  maka dalam penulisan kosa kata Bingin Teluk dalam tulisan ini penulis membedakan cara menulis ‘e’ untuk kelompok pertama, yaitu  tetap ditulis seperti biasa, namun untuk ‘e’ kelompok kedua ditulis  pakai ‘e’ (kursif).

Di bawah ini adalah kosa kata Bingin Teluk yang penulis iventarisir. Penulis berharap ada pembaca yang ikut menyempurnakannya dengan memberi tahu kosa kata Bingin Teluk yang belum terdapat dalam tulisan ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

 

 Kosa kata Bingin Teluk

A

  •  Aba (arah)
  • Abang (merah)
  • Abe (rasa utk makanan)
  • Abeis (habis)
  • Aben (rabun)
  • Abo (sebar)
  • Abu (abu)
  • Ade (ada)
  • Adeik (adik)
  • Adek (aduk)
  • Adem (dingin)
  • Adeng (pelan)
  • Adon (adon)
  • Adu (beritahu)
  • Ae (iya)
  • Aeus (haus)
  • Agai (menaruh di jemuran)
  • Agak (dekat ke..)
  • Agam (suka, senang)
  • Agamo (agama)
  • Agang (tantang)
  • Ahai (hari)
  • Ahai isek (besok)
  • Ahai tang (kemarin)
  • Ahang (arang)
  • Ai (ungkapan keterkejutan)
  • Ajer (hancur)
  • Ajo (ajar)
  • Ako (pohon akar)
  • Akor (akur)
  • Albam (ungkapan takjub)
  • Aleit (tali untuk menghidupkan mesin)
  • Ambeik (ambil)
  • Aleis (alis)
  • Ales (halus)
  • Aling (halang)
  • Amas (pijit)
  • Ambeik (ambil)
  • Ambein (gendong)
  • Ame-ame (kupu-kupu)
  • Ames (anyir)
  • Amok (amuk)
  • Amot (tambah parah/kumat)
  • Ampai (aneka daun sayur)
  • Ampak (rindang)
  • Ampas (ampas, sisa)
  • Ampe (hampa, padi yg tidak ada isinya)
  • Ampek (leceh)
  • Ampen (ampun)
  • Ampeng (ringan shg bisa mengambang)
  • Ampo (hampar)
  • Anak kampang (anak haram)
  • Ancer (hancur)
  • Andam (heboh)
  • Andang (penuh/semua, missal ‘seberoyot andang’)
  • Andek (handuk)
  • Anden (datangi)
  • Aneng (dengar)
  • Angat (hangat, bisa juga berarti ‘seluruh’, misal ‘sadesen angat’ = seluruh dusun)
  • Angen (angin)
  • Anggon (anggun)
  • Angkan (adopsi)
  • Angkeit (angkat)
  • Angon (pelihara)
  • Angos (hangus)
  • Angot (tambah sakit)
  • Angot-angotan (kadang  sakit kadang tidak)
  • Anjak (gerak)
  • Anjau (ranjau)
  • Anjo (batang kayu yang didirikan di sungai)
  • Anju (mengancam dengan mengacung tangan dan senjata)
  • Antah (gabah di antara beras))
  • Antak (menjelang)
  • Antadak (sejenis belalang)
  • Antanan (guna)
  • Antat (antar)
  • Anteban (sejenis perangkap ikan besar)
  • Anteing (anting)
  • Anteng (tidak banyak bergerak)
  • Anto (saji)
  • Antu (hantu)
  • Anyam (jalin)
  • Anyang (tawar utk harga)
  • Anyo (anyir)
  • Anyot (hanyut)
  • Ape (apa)
  • Apes (hapus)
  • Api-api (kunang-kunang)
  • Ari raye (lebaran)
  • Arek (ajakan dg halus)
  • Areng (berjalan di air)
  • Arok (mengharap)
  • Asak (asal, misal ‘asak bagawe bae’ = asal bekerja saja)
  • Ase (berharap pada orang lain)
  • Aseh (asuh)
  • Asek (rasa)
  • Aso-aso (pelan-pelan)
  • Ater (atur)
  • Awak (saya/badan)
  • Awe (hawa mulut)
  • Ayo (air)
  • Ayo dalam (banjir)
  • Ayo dibono (air putih masak tawar)
  • Ayo panyuluh (air wudhu)

 B

  •  Ba (awalan ‘ber’, misal: ‘basame = bersama’)
  • Baayo (berair)
  • Babala (bertengkar suami-istri)
  • Babala bante (bertengkar hebat)
  • Babandeng (bersanding)
  • Babase (menyapa dengan panggilan, misalnya pisat, podel, dsb.)
  • Babase (mencuci)
  • Babegau (begidik)
  • Babidi (kurang semangat melakukan sesuatu)
  • Babini (laki-laki kawin)
  • Babuke (berbuka puasa)
  • Baceco (ngomong terus)
  • Badeler (bersaudara)
  • Bademok (final pada permainan kelereng)
  • Badenang (berenang)
  • Bae (saja)
  • Baeik (baik)
  • Bagesa (kencan)
  • Bagoyo (jalan perlahan)
  • Bahau (baru utk benda)
  • Bahaye (bahaya)
  • Bahe (bara)
  • Bajawat (bekerja sambilan)
  • Bajo (baja)
  • Bajulat (melalui perantara)
  • Bak (ayah)
  • Bakahet (berbelit tak karuan)
  • Bakalenong (berusaha keras mencari sesuatu)
  • Bakalimat (hemat untuk makanan)
  • Bakarang (mencari ikan)
  • Bakaripet (lengket, seperti kena lem)
  • Bakatak (kodok)
  • Bakate (berkata, meminta sesuatu)
  • Babala (bertengkar)
  • Balabeh (singgah/mampir)
  • Baladas (bersenang-senang)
  • Balagak (keren)
  • Balage (berkelahi)
  • Balagu (bertingkah)
  • Balajo (belajar)
  • Balaju (berangkat)
  • Balak (bahaya, musibah)
  • Balampo (berhamparan/ bergelimpangan)
  • Balang (roda)
  • Balange (belanga)
  • Balanje (belanja)
  • Balanju (bepergian sementara)
  • Balantak (melakukan sesuatu dengan emosional)
  • Balegek (bercanda)
  • Balet (balut)
  • Balei (sama/draw)
  • Baleik (pulang)
  • Baleik ahai (pulang pergi)
  • Baleng (tulang)
  • Baler (ikan asin)
  • Balide (ikan belida)
  • Balinjangan (pacaran)
  • Balore (bercanda dengan kata-kata)
  • Bambab (timpah)
  • Banak (melahirkan)
  • Bando (harta)
  • Baneman (berkelanjutan)
  • Baneol (sejenis burung hutan biasanya jalan di tanah)
  • Bang (azan)
  • Bangian (penganten)
  • Bangka (pinang)
  • Bangkareng (kadal)
  • Bangkel (ungkit)
  • Bangko (akar pohon)
  • Bangon (bangun)
  • Bani (berani)
  • Bano (akar pohon besar)
  • Bantat (kerdil/kuntet)
  • Bantet (mandul)
  • Bantlet (pinsil)
  • Bapadan (berembuk)
  • Bapek (ayah)
  • Bar (gordin)
  • Baramu (mengambil apa saja yang ditemui)
  • Barasan (mohon pertolongan)
  • Baraso (berasa)
  • Barau-barau (nama burung)
  • Barayau (berjalan tanpa tujuan)
  • Bare (sulit)
  • Bareba (nama burung)
  • Bareis (baris)
  • Barenggot (bergegas)
  • Barere (merapikan/  mengurusi)
  • Baretek (ngedumel)
  • Baringge (usil)
  • Barite (berita)
  • Barore (becanda menggunakan kata)
  • Baroyot (keturunan)
  • Basaje (dengan sengaja)
  • Basakat (bermusuhan)
  • Basame (bersama)
  • Basandeing (bersanding)
  • Base (bahasa)
  • Base (cuci)
  • Baseing (asal, apa saja, sembarang)
  • Baselang (gotong royong)
  • Batanak (memasak nasih)
  • Batandang (berkunjung)
  • Batandeing (bertanding)
  • Batang (pohon)
  • Batang dayo (tempat mandi di kali)
  • Batang liok (leher)
  • Bate (bata)
  • Batengkek (jalan jinjit)
  • Batine (perempuan)
  • Batunak (menikah)
  • Batutu (ikan gabus bego)
  • Bau (bahu)
  • Bawe (bawa)
  • Bayan (orang)
  • Bayau (campa tidak ada rasa)
  • Bayo (bayar)
  • Bebal (susah mengerti)
  • Beban (pikul)
  • Bebat (ikat pinggang)
  • Bebek (mencibir dengan menjulurkan lidah)
  • Bebel (banyak ngomong)
  • Bedeil (bedil)
  • Begau nyangkarak (berdiri bulu roma)
  • Beha (keladi besar yang gatal)
  • Behas (beras)
  • Behat (berat)
  • Beheit (dubur)
  • Behek (buruk)
  • Behet (besar biji zakar)
  • Beheit (dubur)
  • Beheuk (beruk)
  • Bejek (ikan gabus moncong panjang)
  • Bek (gondokan)
  • Bekeit (bukit)
  • Bekeing (beking)
  • Beker (jam weker)
  • Bela (arah)
  • Bela (jangan)
  • Belabeh (mampir)
  • Belange (belanga)
  • Bele (bambu)
  • Beleih (dapat)
  • Beleing (beling)
  • Beleit (lilit)
  • Belek (bedah)
  • Belek (tahi mata)
  • Beleleuk (buah kolang-kaling)
  • Beliung (kampak untuk menebang pohon)
  • Belo (bermata besar)
  • Belong (juling)
  • Belor (senter)
  • Beluko (belukar)
  • Bem (bom)
  • Benas (bernas)
  • Bencak (biawak)
  • Beng (tebung)
  • Benges (bengis)
  • Bengek (penyakit asma)
  • Bengkeing (buncit)
  • Bengkek (bongkok)
  • Bengkek udang (sedikit bongkok)
  • Benok (benar)
  • Bentang (rentang)
  • Benteil (buntalan pakaian)
  • Benteing (hamil)
  • Benyek (lembek)
  • Bereng (burung)
  • Bereng dare (merpati)
  • Beruge (ayam hutan)
  • Bes (rebus)
  • Besan (Besan)
  • Besek (busuk)
  • Besek siku (kena tulah akibat memberi tak ihlas)
  • Beser (selalu kencing)
  • Besok (besar)
  • Besok parangi (mau menang sendiri)
  • Besok ati (punya tekad)
  • Bet (speedbaord)
  • Betam (hitam kemerah-merahan)
  • Betan (betah)
  • Betok (ikan mirip mujair)
  • Betot (manarik  dengan paksa)
  • Bibo (bibir)
  • Bicik (bibi)
  • Bidek (perahu)
  • Bihek (berak)
  • Biki (perbaiki)
  • Bilek (dulu kala)
  • Bincel (benjol)
  • Bingkal ati (kesal)
  • Bingsal (merasa ada sesuatu yg tak beres)
  • Bini (istri)
  • Bintel (bintil)
  • Bisel (bisul)
  • Bleih (liar)
  • Bleis (iblis)
  • Blekak (sebelah sini)
  • Bletu (sebelah situ)
  • Bobo (bubur)
  • Bokor (baskom)
  • Bol (bola)
  • Bolong (tembus)
  • Bolu (kue bolu)
  • Bolu kojo (kue yang ada rasa pandan)
  • Bon (utang)
  • Boncos (tidak mendapat apa-apa/rugi)
  • Bondol (tak berekor)
  • Bondon (besar pantat)
  • Bones (gundul)
  • Bong (jamban, WC)
  • Bongen (pasir)
  • Bongkak (congkak/ sombong)
  • Bongkol (makanan dari ketan dibungkus pandan)
  • Bongkot (pangkal batang)
  • Bonoh (bunuh)
  • Bontet (buncit)
  • Bopeng (muka berlubang)
  • Bore (usap/tabur)
  • Boros (bocor)
  • Bos (termos)
  • Boti (melabrak dengan omongan kasar)
  • Boye (buaya)
  • Brengkes (pepes)
  • Bubu (perangkap ikan benbentuk kerucut)
  • Bucu (sudut)
  • Budak (anak kecil)
  • Budi (tipu)
  • Bujang (pria lajang)
  • Bukak (buka)
  • Buku kaki (mata kaki)
  • Bulo (buta)
  • Bulu mate (bulu mata)
  • Buncas (telah habis-habisan)
  • Bunge (bunga)
  • Bungka (tumpukan padat)
  • Buru (usir utk hewan)
  • Buntang (bangkai)
  • Buntang manusie (kiasan : orang yang tidak berguna)
  • Buras (habis-habisan)
  • Buye (tidak menetas)

 C

  •  Caca (dipotong kecil-kecil)
  • Cacam (ungkapan keheranan)
  • Calak (pintar)
  • Calebuk (bunyi buah jatuh)
  • Calek (terasi)
  • Calepok (bunyi tamparan)
  • Campa (tidak ada rasa asin, manis, dsb)
  • Candek (bekam utk obat masuk angin)
  • Cangkok (stek tanaman)
  • Canteing (kaleng, misalnya ‘canteing puan’ = kaleng susu)
  • Capak (buang)
  • Carek (cara)
  • Catet (tulis)
  • Cc (kelamin laki-laki)
  • Cebeit (cubit)
  • Cecek (memasukkan sesuatu ke lobang)
  • Ceceung  (cucu)
  • Ceco (cakap)
  • Cedok (ciduk, timba)
  • Ceincein (cincin)
  • Cek (uang komisi)
  • Cek (periksa)
  • Cekek (cekik leher)
  • Celeih (pintar)
  • Ceme (judi : kartu mati)
  • Cencang (cincang)
  • Cene (merasa benci)
  • Cenge (sambal asam)
  • Cenggek (kemaluan menegang)
  • Cengkeil (cukil)
  • Cengkong (tangan bengkok)
  • Cepak (sepak)
  • Cerek (utk masak air)
  • Cet (cat)
  • Ceteuk (patuk, misal : diceteuk ulo = dipatuk ular)
  • Cobok (coba)
  • Coco (jatuh tak ketahuan)
  • Colet (colek)
  • Colop (obor)
  • Congkeil (cungkil)
  • Congkok (tumpuk)
  • Congor (moncong)
  • Coro (tuang)
  • Cugak (menyesal karena tidak dapat)
  • Cuhai (guyur)
  • Cuhan (curahan)
  • Cuman (cuma)

D

  •  D (awalah ‘di’ utk kata yg dimulai hurup hidup, contoh: ‘dumah’=di rumah)
  • Daceing (timbangan)
  • Dade (dada)
  • Daha (dara)
  • Daha blet (kutil)
  • Dahat (darat)
  • Dahat desen  (bagian kampung agak jauh dari sungai)
  • Dak (tidak)
  • Dak bainggo (tidak tergerak melakukan)
  • Dak jamak (perbuatan jelek yang terlalu)
  • Dak katek (tidak ada)
  • Dak kawa (segan melakukan)
  • Dak nahe (tidak ada)
  • Dak use (tidak usah)
  • Dak semele (tidak disangka)
  • Dak semenggah (tidak sesuai etika/tidak sempurna)
  • Dalak (cari)
  • Damak (jenis buah)
  • Damo (damar)
  • Dan (dahan)
  • Dangau (kelihatan alat kelamin)
  • Dapat (peroleh / jemput)
  • Dapo (dapur)
  • Dasen (sejenis bawang kecil)
  • Dasi (datangi)
  • De (sudah, contoh ‘de pegi’ = sudah pergi’
  • Dehas (deras)
  • Dekap (peluk)
  • Dela (sudahlah)
  • Deler (saudara)
  • Dem (sudah)
  • Denang (renang)
  • Denga (panggilan  sesama wanita atau  suami istri)
  • Dengen (dingin)
  • Dengo (dengar)
  • Depe (depa)
  • Desen (dusun)
  • Dian (durian)
  • Dila (jangan)
  • Dilo (di hilir)
  • Dogan (kelapa muda)
  • Doso (dosa)
  • Duhai (duri)

 E

  •  Ecel (lepas)
  • Eda (masa tidak boleh menikah bagi perempuan yang baru bercerai)
  • Ehe (jatuh sensiti utk buah/daun)
  • Eheng (tunggu tua utk dipetik)
  • Ehet (urut)
  • Ei (sapaan ‘hei’ ‘hello’)
  • Eiheis (iris)
  • Eileim (ramuan sirih + kapur sirih)
  • Ei ndeuk (ungkapan heran)
  • Eiteik (itik, bebek)
  • Eiteik sarati (bebek leher pendek)
  • Eiteik jarak (itik leher panjang)
  • Ekar (kelereng)
  • Eker (ukur)
  • Embau (membaui)
  • Emben (embun)
  • Embet (bagian dalam batang yg lembut)
  • Empai (dulu)
  • Empas (ampas)
  • Empet (rumput)
  • Endak (mau, hendak)
  • Endeng (teduh)
  • Epak (borong)
  • Ereng (urung, tidak jadi)
  • Erot (reot)
  • Eskan (teko)
  • Eyen (tangkai buah)

 G

  •  Gadeis (gadis)
  • Gabes (jenis pohon yg batangnya ringan)
  • Gaeit (kait)
  • Gaek (orang tua)
  • Gaet (garut)
  • Gagu (bisu)
  • Gaham (garam)
  • Gahang (beranda rumah panggung)
  • Gahai (jemur pakaian)
  • Gai (goyang utk dahan)
  • Galak (suka)
  • Galeing (oleng)
  • Galek (semua)
  • Galeta (silat lidah)
  • Galetak (tempatkan)
  • Gambo (gambir)
  • Gamet (gawai)
  • Gana (sperma)
  • Ganau (ribut)
  • Gancang (cepat)
  • Gando (sejenis pohon utk sayur)
  • Ganjak (geser)
  • Gantak (terlihat jelas)
  • Ganteng (gantung)
  • Ganyang (hantam)
  • Garoneng (tokek)
  • Garek (garuk)
  • Garobok (lemari)
  • Garoneng (tokek)
  • Garong (rampok)
  • Gasak (ganyang)
  • Gaseing (jenis mainan yang bisa beputar)
  • Gati (suka)
  • Gawe (kerja)
  • Gayu (bisa)
  • Gedong (gedung)
  • Geleng (gulung)
  • Geleut (kejar)
  • Gelok (toples)
  • Gemok (gemuk)
  • Gemok lepek (gemuk sehat)
  • Gempe (gempa)
  • Gempor (tidak kuat jalan lagi)
  • Gena (hebat, bisa juga berarti sombong)
  • Gendem (terigu)
  • Getas (gampang patah/putus)
  • Genteing (hampir putus)
  • Gerot (sombong)
  • Gesa (bercakap)
  • Gesne (cermin)
  • Gi (lagi, contoh ‘gi tido = lagi tidur’
  • Gile (gila)
  • Gile babi (ayan)
  • Gile renang (sering emosi berlebihan)
  • Giwang (hiasan kuping)
  • Goang (angsa)
  • Gober (melakukan secara paksa)
  • Godek (janggut)
  • Godo (penganan dari pisang terigu yang digoreng bulat)
  • Gogo (gugur, berjatuhan)
  • Gohet (melakukan terus menerus)
  • Gomok-gomok (bisik-bisik)
  • Gomol (keroyok)
  • Gomos (marah dengan meremas mulut)
  • Gompel (soak/sompel)
  • Gonjong (lonjong)
  • Gonong (Gunung)
  • Gonye (ejek)
  • Gulai (sayuran berair, misalnya ‘gulai jeheuk’ = sayuran tampoyak)
  • Gule (gula)
  • Guleabang (gula merah)
  • Gunek (guna)
  • Guyang (goyang)

 H

  •  Hak (milik)
  • Hang (uhang = orang)
  • Hei (hai)
  • Hek (yang)
  • Hekak (yang ini)
  • Hem (wangi)
  • Heng (terong
  • Heng (tiang tanda utk permainan petak umpat)
  • Hep (berhenti)
  • Herep (hurup)
  • Hetu (yang itu)
  • Hoji (melakukan sesuatu secara berlebihan)
  • Hotel (rumah makan)

 I

  •  Ibo (sedih)
  • Idak (tidak)
  • Ideng (hidung)
  • Idep (hidup)
  • Idik (menakut-nakuti)
  • Ihep (hirup)
  • Ijau (hijau)
  • Ije (eja)
  • Ijek (biji)
  • Ijek (ijuk)
  • Ikak (ini)
  • Ikok (ekor)
  • Ilak (elak)
  • Ilang (hilang)
  • Ilek (bagus)
  • Ilo (hilir)
  • Imau (harimau)
  • Imbang (sembunyikan utk barang atau benda)
  • Imbe (rimba)
  • Indek (induk, ibu)
  • Indek semang (ibu angkat)
  • Indu (rindu)
  • Inggap (hinggap)
  • Ingon (pelihara untuk binatang)
  • Ipek  (perlihara untuk tumbuhan)
  • Ipo (ipar)
  • Isek (besok)
  • Itam (hitam)
  • Itam kesat (warna kulit hitam sekali)
  • Iye (teriakan dalam hutan)

 J

  •  Jaeit (jahit)
  • Jage (jaga, tidak tidur)
  • Jagek (jagoan)
  • Jago (jaga, awasi)
  • Jahai (jari)
  • Jahem (jarum)
  • Jaheil (usil, suka menjahili orang)
  • Jak (sejak/dari)
  • Jale (jala)
  • Jalu (taji ayam)
  • Jambek (brewok)
  • Jambu abang (jambu merah)
  • Jambu keleing (jambu air asam)
  • Jambu teheng (jambu klutuk)
  • Jande (janda)
  • Jangat (kulit)
  • Jat (jelek)
  • Jat ati (pelit)
  • Jat parangi (berperangai buruk)
  • Jawat (jerawat)
  • Jehat (jerat)
  • Jehe (nyerah)
  • Jeheing (jengkol)
  • Jehek (jeruk)
  • Jeheuk (tampoyak, durian dibusukkan)
  • Jelek (ditonjol  pakai kayu /bambu)
  • Jeleit (melihat dengan curiga atau mengejek)
  • Jereup (ikan asam pakai gula merah)
  • Jemat (Jumat)
  • Jemo (jemur)
  • Jena (puas)
  • Jenge (tinjaU0
  • Jerambah (jembatan)
  • Jo (kata, ucap)
  • Johang (kata orang yang tak jelas)
  • Jolan (jualan)
  • Jong (perahu pinisi)
  • Jongo (moncong)
  • Jongos (pembantu)
  • Judu (jodoh)
  • Juntai (menjulurkan kaki ke bawah)

 K

  •  Ka (ke, misal: “ka sikak = ke sini)
  • Kacang balitang (bangkoang)
  • Kace (kaca)
  • Kacek (setubuh)
  • Kacepek (jenis senjata api laras panjang)
  • Kadok (cukup utk makanan)
  • Kadu (beritahu)
  • Kaein (kain)
  • Kaein semayangan (sajadah)
  • Kaheit (karet)
  • Kak (ini, misal: “kak na = ini nah”)
  • Kakak (suami kakak perempuan)
  • Kalaho (kelelawar)
  • Kalalatu (laron)
  • Kalampenan (kelilipan)
  • Kalampepat (kupu-kupu kecil)
  • Kalapek (untuk apa)
  • Kalawai (saudara perempuan)
  • Kale (kalajengking)
  • Kaleho (keluar)
  • Kalempenan (kelilipan)
  • Kaleng (kalung)
  • Kalenteit (itil)
  • Kalepai (dompet)
  • Kalepo (nama pisang)
  • Kali (gali)
  • Kalones (buang bulu, misalnya buang bulu ayam)
  • Kalopes (kelupas)
  • Kalu (kalau)
  • Kaluo (keluar)
  • Kampang (anak luar nikah)
  • Kamuhai (keong)
  • Kamuhau (cemburu)
  • Kanca (teman)
  • Kanji (genit, ganjen)
  • Kanti (teman)
  • Kaos kutang (baju dalam)
  • Kapak (bacok)
  • Kapalak (kepala)
  • Kapeindeing (kutu busuk)
  • Kapengen (kepingin)
  • Kapunan (tak kebagian)
  • Karam (tenggelam, utk kenderaan air)
  • Kareto (sepeda)
  • Kasian (kasihan)
  • Kasihan (tertusuk serpihan kayu)
  • Kate (kata)
  • Ka tengah ka dapo (mondar mandir ruanh tamu ke dapur — pengangguran)
  • Katunon (kebakaran)
  • Kawa (bersedia)
  • Kawa (kuali besar)
  • Kaye (dayung)
  • Kaye (kaya)
  • Kayek (tekan dg badan)
  • Ke (akhiran kan, misal ‘peikke’ = letakkan)
  • Kebat (ikat)
  • Kebau (kerbau)
  • Kebo (kibas)
  • Kecak (pegang erat)
  • Keceing (kucing)
  • Kecek (pura-pura)
  • Kecepek (sejenis senjata api rakitan)
  • Kecik (kecil)
  • Kehai (tidak pulen)
  • Kehak (kerak)
  • Kehang (kerang)
  • Kehas (keras)
  • Kehat (potong-an, mis: due kehat)
  • Kehe (kera)
  • Keheing (kering)
  • Keheis (keris)
  • Keheit (pegal linu)
  • Keheit meket (kesemutan)
  • Kehes (kurus)
  • Keiheim (kirim)
  • Kejer (tombak)
  • Kejet (ikat)
  • Kelam (gelap)
  • Kelang (pisah)
  • Keleik (lihat)
  • Keleing (hitam kesat)
  • Kelem (emut)
  • Kelep (kakak laki-laki atau panggilan sayang utk anak laki-laki)
  • Keleuk (rogoh)
  • Keli (lele)
  • Keman (hitam lebam)
  • Kemban (selendang)
  • Kembeng (ikan besar diasam pakai nasi)
  • Kembo (kembar)
  • Kemek (kencing)
  • Kemis (kamis)
  • Kemol (selimut tidur)
  • Kempel (kumpul)
  • Kempeng (lempeng)
  • Kempot (kempes)
  • Kemu (menyimpan dalam mulut)
  • Kenan (terlihat)
  • Kencong  (tidak lurus)
  • Kencot (pincang)
  • Kene (kena)
  •  Kenek  (kondektur)
  • Keneing (kening)
  • Kenong (gong)
  • Kentet (kentut)
  • Kepak (sayap)
  • Kepeik (kakak perempuan/ panggilan sayang utk anak wanita )
  • Kepeng (giring)
  • Kerok (kerok karena masuk angin)
  • Kerok (ribut)
  • Kesat (tidak licin/ banyak nempel kotoran)
  • Ketiran (perkutut)
  • Ketok (pukul dari atas)
  • Keyek (anjing)
  • Kidau (kidal, kiri)
  • Kijap (kedip)
  • Kilam (cicip)
  • Kilan (jengkal)
  • Kilo (ke hilir)
  • Kinyam (cicip)
  • Kire (acak)
  • Kire (kira)
  • Kitek (kita)
  • Kitik (gelitik)
  • Klanang-klenong (mondar mandir)
  • Kobar (sempat)
  • Kobok (aduk)
  • Kodak (ganggu)
  • Koli (kuali)
  • Kolok (bujuk)
  • Komes (kumis)
  • Komo (kumur)
  • Komos (remas mulut)
  • Koneng (kuning)
  • Kongkonan (mak complang)
  • Konok (pundak)
  • Korek (congkel)
  • Koset (korek api)
  • Kpek (pukul dg benda            tumpul)
  • Ktek (kentongan)
  • Ku (aku)
  • Kua (air gulai)
  • Kuau (cenderawasi)
  • Kubak (kupas)
  • Kubang (lubang berlumpur)
  • Kubu (suku anak dalam)
  • Kudo (kuda)
  • Kuhap (kurap)
  • Kuhe (kura-kura)
  • Kuho (gembok)
  • Kuje (kalau)
  • Kulang-kaleing (oleng utk perahu)
  • Kulu (ke hulu)
  • Kumal (kotor)
  • Kumbuh (kue ganasturi)
  • Kume (ke huma)
  • Kumpai (tumbuhan liar di rawa-rawa)
  • Kumpo (pompa)
  • Kundu (suratan tangan)
  • Kunju (keranjang gendong)
  • Kuntau (silat)
  • Kuyak (koyak)

 L

  •  La (sudah)
  • Labeuh (sampai)
  • Ladas (senang)
  • Laek (lauk)
  • Lagak (gaya)
  • Lahai (lari)
  • Lais (nama ikan – ikan lais)
  • Laju (mulai)
  • Lajulah (lakukanlah)
  • Laki (suami)
  • Laki bini (suami istri)
  • Laki ayo (capung)
  • Lalang (ilalang)
  • Lali (bodoh)
  • Lamban (jembatan kecil)
  • Lambo (lembar)
  • Lampein (kain alas bayi)
  • Lampuhe (gelembung dalam perut ikan)
  • Lampu strongkeing (petromak)
  • Lanang (laki-laki)
  • Lanap (sirih)
  • Langas (gumpalan asap)
  • Langau (lalat hijau)
  • Langet (langit)
  • Langgeuk (sombong)
  • Langkungan (tenggorokan)
  • Lantak ( ganyang)
  • Lantaran (penyebab)
  • Lanteing (rakit dari bambu/kayu)
  • Lapak (tempat judi)
  • Lapeik (alas)
  • Lapek (berjamur)
  • Lapo (lapar)
  • Lasak (tidur gelisah)
  • Lat (lambat)
  • Lawang (pintu)
  • Layo (layu)
  • Lebek (bagian sungai paling dalam)
  • Lebeung (kubangan)
  • Lebok (sibuk)
  • Lecak (becek)
  • Legam (kulit hitam)
  • Legek (canda)
  • Lela (batuk)
  • Leles (lalai)
  • Lelet (lambat)
  • Lemak (enak)
  • Lemang (penganan dlm bambu)
  • Lemek (kasur)
  • Lenes (pitak)
  • Lengan (bagian tangan di atas siku)
  • Lengan (layangan)
  • Lenge (lengah)
  • Lenggah (berkurang)
  • Lenteih (pelacur)
  • Lepek (rata, datar)
  • Leset (Lecet)
  • Liam (nama sungai di hilir Bingin Teluk)
  • Libok (lebar)
  • Lio (liur)
  • Limau (jeruk)
  • Limau peureut (jeruk nipis)
  • Lingko (usus)
  • Linjang (cinta)
  • Lipas (kecoa)
  • Lipes (sibuk)
  • Litak (capek)
  • Lobok (lobangnya kebesaran)
  • Logo (minta sesuatu berulang-ulang)
  • Lokak (peluang)
  • Loncong (habis tak bersisa)
  • Lonyek (lembek, bonyok)
  • Loyo (tak berdaya)
  • Loyang (wadah utk membuat kue)
  • Luan (haluan)
  • Luat (benci)
  • Lue (muntah)
  • Luke (luka)
  • Lumpang (lesung)
  • Lumpat (lompat)
  • Lunjo (lanjar)
  • Luo (luar)
  • Lupe (lupa)
  • Luse  (lusa)

 M

  •  Mabek (mabuk)
  • Maet (ngoce)
  • Maet bangkel (menyebut jasa yang diberikan)
  • Mageih (memberi)
  • Mahak (menyala / mendekat)
  • Mahe (musuh tanaman)
  • Mahe tanah (babi hutan)
  • Majal (tumpul)
  • Maje (makan, tapi hanya diucapkan ketika marah)
  • Mako (sifat turunan)
  • Malak (bosan, bisa juga meramal)
  • Malatok (kuat/ perkasa)
  • Malawan (pemberani)
  • Malebeung (mencari ikan di bekas kubangan)
  • Malenggang (jalan santai)
  • Malengos (buang muka)
  • Malepo (duduk di lantai)
  • Malepu (luka bakar)
  • Malimpar (meluap, luber)
  • Malongok (termangu)
  • Maluat (menimbulkan kebencian)
  • Malungam (menelan)
  • Mamang (paman)
  • Mambu (bau)
  • Mampas (memotong bagian atas)
  • Mancaheut (omong kotor)
  • Mancangkeung (jongkok)
  • Mancal (tidak mempan, pukulan yang balik arah)
  • Mancangkeung (jongkok)
  • Mane (mana)
  • Manek (manik-manik)
  • Manes (manis)
  • Manes medu (madu)
  • Mangkak (merangkak)
  • Mangke (maka)
  • Mangkek (mangkok)
  • Mantahan (bambu untuk mengambil  buah)
  • Mantang (menyadap karet)
  • Mantau (mengajak hadir di suatu acara)
  • Mante (kelompok /golongan)
  • Mantue (mertua)
  • Maogek-ogek (berjalan  seperti sedang mabok)
  • Mapak (menyambut)
  • Marande (menjanda)
  • Mare (mempersilakan kerja/jalan duluan)
  • Marecok (kegiatan mengganggu)
  • Marere (mengurus)
  • Maretok (menghalangi)
  • Maribak (tidak usah dipedulikan)
  • Marimpeung (melempar dari belakang)
  • Marpat (memotong sedikit agar rata)
  • Masam (rasa asam)
  • Mate (mata/ons)
  • Mate ahai (matahari)
  • Mayet (mayit)
  • Mayo (membayar)
  • Mebak (membuka, misal ‘mebak utan’ = membuka hutan)
  • Mebek (mencibir dg menjulurkan lida)
  • Medu (tawon)
  • Mehai (takut)
  • Meiheis bocor)
  • Mekak (begini)
  • Mekan (muka)
  • Mekeng (gembul)
  • Mele (beda)
  • Meleng (lengah)
  • Meles (lolos)
  • Melok (berbelok)
  • Melor (berburu malam)
  • Mempeung (mumpung)
  • Mencong (miring)
  • Mender (mundur)
  • Mengot (miring untuk muka atau bibir)
  • Menok (membetulkan)
  • Mengot (tambah sakit)
  • Mentak (sakit di dalam)
  • Mepak (mengunyah)
  • Merang (seberang, misal ‘merang kak’ = seberang sini, ‘merang tu’ = seberang itu)
  • Merat (minggat)
  • Mereung (berterbangan)
  • Meret (berat dan miring sebelah)
  • Merke (kena tula, karma)
  • Mekak (seperti ini)
  • Metu (seperti itu)
  • Metu (keluar)
  • Miang (gatal terkena pohon bamboo)
  • Milat (memainkan kemaluan sendiri)
  • Milu (ikut)
  • Minom (minum)
  • Minom pagi (sarapan)
  • Mintek (Minta)
  • Moal (cukup tersedia)
  • Mok (seperti : ‘mok metu = seperti itu)
  • Mok mane (bagaimana)
  • Mon (kalau, misal : ‘mon awak dak metu’ = kalau saya tidak begitu)
  • Moneng (panggilan untuk moyang  yg dihormati, misalnya ‘Moneng janggut’)
  • Mopong (membopong)
  • More (muara)
  • Morong (memborong belanjaan)
  • Motan (muatan)
  • Motong (memotong)
  • Motong para (menyadap karet)
  • Motor ketek (motor air yang bunyi mesinnya tek tek)
  • Motor pit (sepeda motor)
  • Motor tempek (speadboard)
  • Motor tongkang (motor air gandeng)
  • Mude (muda)
  • Mumbang (putik kelapa)
  • Mura  (mudah)
  • Mutan (rambutan)

 N

  •  Naek (naik, memanjat)
  • Naben (membakar sampah)
  • Nahe (tidak ada)
  • Nahe padan (tak bisa diharapkan)
  • Nakek (membacok)
  • Nalak (mencari/ menceraikan
  • Nale (sekitar)
  • Nalo (undian)
  • Nambang (mengikat hewan atau perahu/mengangkut penumpang)
  • Nanjak (memasang  dalam permainan)
  • Ngambeik (mengambil)
  • Ngampek (melecehkan)
  • Ngampo (berhamburan)
  • Nambeun (banyak sekali)
  • Nanggeng (menderita)
  • Nangke (nangka)
  • Nangke belando (sirsak)
  • Nanye (bertanya)
  • Nateing (mengambil getah karet)
  • Naye (nawar)
  • Neman (melebihi batas)
  • Nembek (menumbuk/ memukul
  • Nembeur (menabrak)
  • Nenek (bisa nenek bisa juga kakek, misal: ‘nek anang’ = kakek dan ‘nek ine’ = nenek’)
  • Nenek tuo (saudara nenek yang paling tua)
  • Netak (motong)
  • Ngacek (menyetubuhi)
  • Ngacek umaknye (makian kasar karena marah)
  • Ngajem (adu domba)
  • Ngajo (mengajarkan)
  • Ngaleit (upaya menghidupkan mesin pakai tali)
  • Ngalemot (memungut benda buangan)
  • Ngalencem (meluncur kencang)
  • Ngalendot (dalam keadaan digendong)
  • Ngaliet (menggeliat)
  • Ngalobos (omong kosong)
  • Ngambok (membanggakan sesuatu pada orang lain)
  • Ngamok (mengamuk)
  • Ngampek (meremehkan)
  • Ngampo (lihat balampo)
  • Ngamuhai (cemburu)
  • Nggan (enggan)
  • Nganeng (mendengar)
  • Ngape (mengapa)
  • Ngarabe (meraba)
  • Ngaraso (merasa)
  • Ngarawai (memasang banyak pancing di tali memanjang)
  • Ngarayau (jalan-jalan tak jelas tujuan)
  • Ngaremet  (mengutil)
  • Ngarewit (bergerak)
  • Ngaricet (ketakutan)
  • Ngaringet (bergerak)
  • Ngaseh (mengasuh)
  • Ngebang (azan)
  • Ngedet (merokok)
  • Ngegek (menakut-nakuti)
  • Ngehai (ngeri)
  • Ngeiheit (menarik/ berhemat)
  • Ngembe (memanggil orang lain dalam hutan, misalnya teriak “eeiiii”)
  • Ngen (dengan)
  • Ngengkeng (berjalan penuh percaya diri)
  • Ngentol (numpang ikut kenderaan gratis)
  • Ngepak (memborong)
  • Ngingon (memelihara)
  • Ngobeng (menghidang jamuan makan)
  • Ngojok (adu domba)
  • Ngokang (menggigit langsung tanpa diiris)
  • Ngolok (membujuk)
  • Ngotel (makan di restoran)
  • Nguhak (membuka ikatan)
  • Ngulo (ambil untung)
  • Ngumpai (membuang tumbuhan liar di sawah)
  • Ngupat (bergunjing)
  • Nguso (menangis minta ikut)
  • Nimbang (menimbang/ kiasan: bandar judi membayar kepada pemain yang menang)
  • Nimbe (menimba)
  • Nimpe (menimpa)
  • Nian (benar-benar)
  • Nio (kelapa)
  • Ningkek (permainan dalam pesta muda-mudi zaman dulu)
  • Niru (mencontoh)
  • Nokok (nambah, nombok)
  • Nuai (panen padi)
  • Numpak (menumpang tinggal sementara)
  • Nungkat (mendirikan)
  • Nyale (menjala)
  • Nyalenep (ngintip)
  • Nyaleng (menabung)
  • Nyaman (puas)
  • Nyameleng (menangis)
  • Nyamok (nyamuk)
  • Nyamon (merampas)
  • Nyantak (nyata)
  • Nyaraye (minta tolong melakukan sesuatu)
  • Nyarbu (penuh sesak oleh rumput liar)
  • Nyarmom (banyak tumbuh bulu liar)
  • Nyawat (cari upah)
  • Nye (dia/nya, misal ‘nye tu = dia itu))
  • Nyegeih (manja)
  • Nyengoh (membuat susah)
  • Nyela (benar pas)
  • Nyelat (menyelah)
  • Nyeleng (duluan)
  • Nyihau (tampah panjang)
  • Nyoco (memasukkan sesuatu ke lobang)
  • Nyomet (mencopet)
  • Nyoreng (mencoret)
  • Nyoro (mencurahkan benda cair)
  • Nyorong (condong)
  • Nyosok (mengembalikan kelebihan bayaran)
  • Nyuhai (menyiram)
  • Nyuhat (mengirim surat)
  • Nyupang (meminta pada syetan)

 O

  •  Obak (penjara)
  • Obok (obok)
  • Ogek (agak tidak stabil)
  • Ojok (menyuruh secara halus)
  • Okop (mengakui milik orang sebagai milik sendiri)
  • Oleih (hasil)
  • Ome (rewel)
  • Ome onyol (rewel, cerewet)
  • Omet (hemat)
  • Onggang (ompong)
  • Ongkang kaki (tidak bekerja)
  • Onot (bekas yang dilalui)
  • Oren (adu lama berputar, misal adu gasing)
  • Otek (goyang)
  • Otret (mundur)

 P

  •  Pa (awalan ‘per’)
  • Pacak (bisa)
  • Pacal (pembantu)
  • Pacar (pemerah kuku)
  • Padan (tata cara)
  • Padare (buah lengkeng)
  • Padare (buah lengkeng)
  • Padek (cocok)
  • Padi pelet (beras ketan)
  • Pae (paha)
  • Paeit (pahit)
  • Pagu (loteng)
  • Pahak (dekat)
  • Pahe (ikan pari)
  • Pak (kotak)
  • Pakam (kuat)
  • Pakasam (ikan kecil diasam pakai nasi)
  • Palak (nujum)
  • Palalau (sulit dapat jodoh krn melanggar sesuatu mis- kena sapu)
  • Palali (sejenis bius agar tidak merasa sakit)
  • Pamalih (sia-sia)
  • Pametot (ketapel)
  • Pampang (pamer)
  • Pancang (pasang tiang)
  • Panceng (pancung)
  • Pandak (pendek)
  • Panganeng (pendengaran)
  • Pangayou (dayung)
  • Pangke (lazim)
  • Panguhang (pasangan)
  • Pantak (patil)
  • Pantang (tidak akan)
  • Pantangan (tabu untuk dilakukan)
  • Pantaran (sebaya)
  • Pante (seketurunan)
  • Panyuluh (wudhu)
  • Papah (tuntun)
  • Papak (jemput)
  • Para (pohon karet)
  • Parabase (istilah)
  • Parangi (perangai)
  • Paranti (alat untuk)
  • Parasek (perasaan)
  • Pareideih (mengharap orang melakukan)
  • Kene (kena)
  • Paribak (acuhkan)
  • Parimbat (lempar)
  • Paringge (usil)
  • Paroman (rupa)
  • Patah ripek (patah-patah)
  • Patein (patin)
  • Paye (ayo, mengajak ikut)
  • Paye (rawa)
  • Pecat (lepas)
  • Pece (pecahan)
  • Pece beleing (pecahan kaca)
  • Pece kaein (kain perca/bekas)
  • Pece manusie (manusia tidak berguna)
  • Pece pangelap (kain pel)
  • Pecek (atas)
  • Peci (bidik)
  • Pegi (pergi)
  • Peheut (perut)
  • Peiheik (ulek)
  • Peik (letakkan, misal ‘peikke di sikak’ = letakkan di sini)
  • Pek (agar)
  • Pekak (tuli)
  • Pekel (pukul)
  • Pekel besi (palu)
  • Peleseir (berwisata)
  • Pelet (guna-guna utk mendapat wanita)
  • Pelet (lem perangkap)
  • Peleuh (keringat)
  • Pelintet (plintir)
  • Pelor (peluru)
  • Pembeung (bohong)
  • Peneng (pusing)
  • Penggeng (pantat)
  • Pengkor (pincang)
  • Penjein (tempat uang)
  • Penteng (puntung)
  • Penteng api (kayu bakar)
  • Pentlet (pinsil)
  • Penyap (simpan)
  • Pepak (kunya)
  • Perangi (perangai)
  • Peper (bedak)
  • Pese (siksaan agar jera)
  • Peteuk (patah)
  • Picel (lepas)
  • Pidal (lambat besar)
  • Piek (periuk)
  • Pilat (kemaluan laki-laki)
  • Pinang bereing (palem merah)
  • Pinggan (piring)
  • Pintek (pinta)
  • Pintu (jendela)
  • Pisang raje emben (pisang ambon)
  • Pisat (bibi/paman paling muda)
  • Podel (paman/bibi nomer dua)
  • Pokok (modal)
  • Poles (oles)
  • Ponok (bagian belakang tubuh yg menonjol)
  • Porek (kesal)
  • Pose (puasa)
  • Potek (petik)
  • Puan (susu)
  • Puki (kemaluan perempuan)
  • Puki mak (makian kasar)
  • Pulek (pula, juga)
  • Pulo (mati)
  • Pulo pupus (musnah)
  • Pundang (ikan asin)
  • Pusat (pusar)
  • Puyang (orang tua nenek)

R

  •  Rabe (raba)
  • Raje (pemerintah)
  • Rakat (akrab)
  • Rakeit (rumah di air)
  • Rame (ramai)
  • Rampeng (selesai)
  • Ramurus (nama sungai di hulu Bingin Teluk)
  • Ranang ati (khawatir)
  • Rantue (orang tua)
  • Rasan (siasat)
  • Rasie (rahasia)
  • Rata (makan lauk)
  • Rate (rata)
  • Rateip (zikir)
  • Rawai (sederet pancing pada diikat pada seutas tali
  • Raye (raya)
  • Rayek (besar)
  • Rebah (roboh perlahan)
  • Reban (kandang)
  • Rebe (roboh, bangkrut)
  • Redo (rido, rela)
  • Rege (harga)
  • Reges (mendekati gundul)
  • Reingkei (mudah rusak)
  • Rekein (hitung)
  • Reme (enteng)
  • Renang (waras)
  • Rene (warna)
  • Renge (sering marah-marah)
  • Rengko (susah karena renta/sakit)
  • Reseip (ikan asin botol)
  • Retok (banyak keperluan)
  • Rete (harta)
  • Roban (mahluk halus)
  • Rojok (rogo pakai kayu/bambu)
  • Rokek (rusak berlubang)
  • Roman (seperti)
  • Romang mate (pacar)
  • Rompok (kumpulan pondokan di hutan)
  • Rone (pelangi)
  • Rono (sampah makanan)
  • Royo (susah, bangkrut)
  • Ruan (ikan gabus putih)

 S

  •  Sa (awalan ‘se’)
  • Sabal (besar/kasar)
  • Saban (setiap)
  • Sacongkok (setumpuk)
  • Sadaen (makan sepiring bersama)
  • Sadawe (sendawa)
  • Saeindeit (seikat)
  • Saet (gaet)
  • Sahak (cerai)
  • Sahang (sarang)
  • Sahat (sarat)
  • Saje (sengaja)
  • Sakeit (sakit)
  • Sakejet (pohon putri malu)
  • Sakete (seluruh)
  • Sakepek behek (banyak sekali, utk jumlah hutang)
  • Sakoci (speadboard)
  • Sakodi (jumlah pakaian 20)
  • Salai (ikan atau pisang yang diasap)
  • Salang penteng (rak kayu bakar)
  • Salangan (rak)
  • Salaso (selasa)
  • Salawe (dua puluh lima)
  • Salero (selera)
  • Saliker (dua puluh satu)
  • Salimot (selimut)
  • Saloar (celana)
  • Saloro (urus/ perhatikan)
  • Samae (perhatian)
  • Samanilo (sawo)
  • Samate (satu ons)
  • Sambet (terima)
  • Same (sama)
  • Samekak (sebegini)
  • Samenggo (tingkah laku taat etika)
  • Samengkeuk (taat norma)
  • Sametu (sebegitu)
  • Samimbang (sembunyi untuk orang)
  • Samsela (pepaya)
  • Sang (sahang, merica)
  • Sangarat (sejenis ikan patin lebih tipis)
  • Sangke (sangka, kira)
  • Sangkeik (keranjang jinjing)
  • Sangkep (nyambung)
  • Sangko (kandang)
  • Santek (mentok)
  • Santek panemu (harus menerima nasib buruk akibat kesalahan sendiri)
  • Sape (siapa)
  • Sapeih (lerai)
  • Saradawe (sendawa)
  • Sarandang (ikan gabus pakai tanda seperti louhan)
  • Sarare (urus)
  • Sare (sengsara/susah)
  • Sarempak (bersamaan)
  • Sargap (pantas)
  • Saroman (persis)
  • Sarono (pantas)
  • Sayak (batok kelapa)
  • Sebat (pukul dg rotan/lidi/ikat pinggang)
  • Sedeh (sudah)
  • Sedeing (tangisi)
  • Segoh (susah)
  • Seheut (banyak tumbuhan liar)
  • Selai (selembar)
  • Sele (sela, di antara)
  • Seleh (bambu utk meniup api kayu bakar)
  • Seleip (sisip)
  • Seleng (sulung atau pertama)
  • Selong (ubi jalar)
  • Selop (sandal)
  • Seloroh (urus)
  • Sembeleih (sembelih)
  • Seme (pilek)
  • Semot (semut)
  • Sempak (celana dalam)
  • Sen (uang)
  • Senteik (suntik)
  • Sento (kusen)
  • Sentot (menarik dengan paksa)
  • Sepan (celana)
  • Sepang (jenis pohon yang sering dicampur air minum sehingga airnya berwarna merah)
  • Sepantar (sebaya)
  • Sepeur (kereta api)
  • Seradawe (sendawa)
  • Seram (seru)
  • Serampang (tombak bermata tiga yang ujungnya berkait)
  • Serge (surga)
  • Serokan (laci)
  • Seruak (masuk semak)
  • Sesah (cuci utk pakaian)
  • Setang (kemarin)
  • Setrap (hukuman)
  • Setrongkeing (petromak)
  • Seuheut (dangkal)
  • Sijek (sebiji)
  • Sikak (sini)
  • Sikok (seekor)
  • Simbat (sahut)
  • Singkel (sungkan)
  • Siye (usir utk ayam)
  • Sohe (suara)
  • Solek (rias)
  • Somor (sumur)
  • Songkok (kopiah)
  • Sorok (sodor, sorong)
  • Sosok (kembalian uang)
  • Sual (sisir)
  • Sudu (sendok)
  • Suhat (surat)
  • Sulang bangkeng (perangkap pemukul)
  • Sulap (sulut)
  • Sungkan (malas)
  • Susu (payudara)

 T

  •  Ta (awalan ‘ter’)
  • Tabarobos (tak tahan buang air besar)
  • Tabeh (tabuh)
  • Tabeir (kain pembatas)
  • Tabelek (melotot takjub)
  • Tabelo (melotot)
  • Tabeik (memberi hormat)
  • Tabeing (tabir)
  • Tabeit (kuak)
  • Tabihek (buang air besar)
  • Taboheim-boheim (tersipu-sipu)
  • Tabuang (terpidana)
  • Tacandak (ketahuan, tertangkap basah)
  • Tacihiet (tak terasa keluar tahi sedikit)
  • Tadangau (kelihatan kelamin)
  • Tadawe (tertawa)
  • Tademok (terdesak)
  • Tagalambeit (tergelantung)
  • Tagalanjeut (terjuntai)
  • Tagaletak (terletak sembarangan)
  • Tageleing (terguling)
  • Tagolek (tergeletak tak bergerak)
  • Tagolek-golek (tidak bisa bekerja lagi)
  • Taik (tahi)
  • Tajak (sejenis arit)
  • Tak (retak)
  • Takaber (takabur)
  • Takalang (istilah kasar, masuk sampai mentok)
  • Takalebes (lecet)
  • Takalepir (pemberian sedikit)
  • Takaleinjeing (terkejut)
  • Takalipat (terlipat)
  • Takaliwat (kelewatan)
  • Takaluat (jadi benci)
  • Takalupas (terkelupas)
  • Takanjat (tersadar tiba-tiba)
  • Takapeik (tidur pulas)
  • Takar (ukur)
  • Takate (terkenal)
  • Takejit (terkejir)
  • Takek (dikampak)
  • Takelai (hampir putus)
  • Takelai-kelai (melakukan sesuatu setengah hati)
  • Takela-kela (tersengal-sengal)
  • Takeleis (keseleo)
  • Takenya (mubazir)
  • Takolo-kolo (gagap)
  • Taksi (angkutan umum)
  • Takuku (burung terkukur)
  • Taladeng (menumpuk)
  • Talekeng (mukena)
  • Tamalam (menginap)
  • Tambangan (kenderaan utk penumpang)
  • Tamanga (takjub)
  • Tamatu (nama pisang)
  • Tambang (ikatan/ kenderaan penumpang)
  • Tamesan (cemas karena suatu peristiwa)
  • Tampal (tambal)
  • Tampeileing (tampar)
  • Tampek (puting)
  • Tampias (merembes)
  • Tampo (tamparan di mulut)
  • Telekung (mukena)
  • Tan (di tempat, misal : ‘tan tu lah = di tempat itulah‘)
  • Tanah dapo (tanah tempat tungku utk memasak)
  • Tandan (tangkai buah pisang)
  • Tandang (berkunjung)
  • Tange (lama, contoh “gitange” = masih lama)
  • Tangelam (tenggelam)
  • Tanggai (kuku panjang)
  • Tangge (tangga)
  • Tangkalese (ikan arwana)
  • Tangkelek (tutup kepala wanita)
  • Tangkep (dempet)
  • Tangkerep (tengkurap)
  • Tangko (serakah)
  • Tanjak (pasang)
  • Tapa (ikan sungai  mirip ikan paus)
  • Tapak (telapak)
  • Tapalejok (terlanjur)
  • Tapalisu (terkilir)
  • Tapan (tempat)
  • Tapandak (berhenti)
  • Tapargos (kepergok)
  • Taparoas (menganga)
  • Tarbab (terkam)
  • Tarbangan (rebana)
  • Tarendak (tutup kepala berbentuk kerucut)
  • Tarengkep (tengkurap)
  • Targapunah (pupus, mati semua)
  • Tarjang (terjang)
  • Tarompa (bakiak)
  • Taruman (ikan gabus besar dan buas)
  • Tatarengkep (terjerembab)
  • Taubite (tahu  kabar)
  • Tawe (tawa)
  • Tebat (empang)
  • Tebeng (tabir pembatas)
  • Tebeuk (lobang)
  • Tedeng (tutup kepala)
  • Tedeuh (teduh)
  • Tebeh (tubuh, kamu)
  • Tegak (berdiri)
  • Tegeik (menekan menggunakan kuku)
  • Tego (tegur)
  • Teheung (terung)
  • Teheung rimbang (tung karipit)
  • Teingkei (gigi yang tumbuh sembarang)
  • Teingkeik (tengger)
  • Tekai (biar, abai)
  • Tekar (terkira)
  • Tekeh (usir)
  • Tekeit (upaya menjatuhkan)
  • Tekek (tengkuk)
  • Tekek (jajah)
  • Teken (tandatangan)
  • Tekeng (tindih)
  • Tekor (rugi)
  • Telat (terlambat)
  • Teleis (tulis)
  • Teleng (tolong)
  • Teleuk (teluk)
  • Telok (telur)
  • Tembah (rendah)
  • Tembang (lagu)
  • Tembek (tumbuk)
  • Temes (kena sedikit)
  • Tempah (dipesan, ikat dengan janji)
  • Tempek (tempel)
  • Tempek (tumpuk)
  • Tenden (vagina)
  • Tendeng (usir utk orang)
  • Tengan (tega)
  • Tenggeng (miring)
  • Tengkek (pincang)
  • Tenok (nama hewan: Tapir)
  • Tenten (tuntun)
  • Tentet (cari)
  • Terbab (Menangkap sambil melompat menjatuhkan badan)
  • Terban (roboh)
  • Terbeis (longsor)
  • Terjen (terjun)
  • Terwelu (kelinci)
  • Tetak (potong)
  • Teuheun (turun)
  • Tibek (tempat/alamat, contoh ‘dak tau tibek ‘ = tidak tahu tempat)
  • Tido (tidur)
  • Tieng (beo)
  • Tihai (tiri)
  • Tihau (jamur)
  • Tiko (tikar)
  • Timbe (timba)
  • Tinggang (timpa)
  • Toke (boss pedagang)
  • Toko (warung)
  • Tokok (nombok)
  • Tokong (dukung)
  • Tomos (menabrak dengan hidung)
  • Tong (drum)
  • Tongkang (perahu tongkang
  • Tongos (gigi panjang)
  • Toros (cangkokan tanaman)
  • Tu (itu)
  • Tuai (alat menuai padi)
  • Tube (tuba)
  • Tubok (andaikata)
  • Tue (tua)
  • Tugal (alat menanam padi)
  • Tuja (tusuk)
  • Tuju (membunuh pakai guna-guna)
  • Tuko (tukar)
  • Tu lah (begitulah)
  • Tulak (dorong)
  • Tulak balak (upacara menolak bahaya)
  • Tuman (ketagihan)
  • Tumak nina (konsentrasi)
  • Tume (Tuma)
  • Tunak (diam di tempat)
  • Tungau (sejenis binatang kecil pengisap darah)
  • Tungkaman (tudung saji)
  • Tungkat (dirikan)
  • Tunu  (bakar)
  • Tuo (paman/bibi tua)

 U

  •  Ubat (obat)
  • Ubak (kupas)
  • Ubek (rupa)
  • Ubi kayu (singkong)
  • Ugau (gondrong)
  • Uhai (urai)
  • Uhak (melepas ikatan)
  • Uhang (orang)
  • Uhat (urat)
  • Ujo (ujar)
  • Ulak (air tenang)
  • Ulat (ulat)
  • Ulat sabayan (penyakit kuku/cantengan)
  • Ulo (ular)
  • Ulo muhe (ular yg menyemprotkan)
  • Ulu (hulu)
  • Umah (rumah)
  • Umak (ibu)
  • Umban (jatuh)
  • Ume (huma, kebon)
  • Umpe (padi yang  tidak berisi beras)
  • Unde (bawa)
  • Ungau (ngantuk)
  • Unjo (kayu/bambu yg ditancap di tanah)
  • Untap (lahap)
  • Unto  (onta)
  • Upat (mencaci dari jauh)
  • Upek (rupa)
  • Use (rusa)
  • Uso (tangisi)
  • Utan (hutan)
  • Utang (hutang)
  • Uwak (paman/bibi lebih tuah dari ayah/ibu)

 

 

14 thoughts on “Bahasa Bingin Teluk Rawas

  1. Websitenya menarik, tapi saya rasa masih perlu tambahan ilustrasi dan contoh. Memang informasi seperti ini sangat berguna bagi banyak orang dan saya khususnya. Sekarang ini saya mencari informasi tentang informasi bisnis alternatif budidaya belut. Mungkin ada yang bisa bantu?

  2. Pingback: Frei Klavier

  3. This is very interesting, You’re a very skilled
    blogger. I have joined your rss feed and look forward to seeking more of
    your fantastic post. Also, I have shared your site in my social networks!

  4. Ade pulek pesako bigin teluk
    “Ikan mudik” jak liam ka ramurus balik ka lian lagi, dusun lain naho.

  5. I see, that your blog needs unique & fresh content.

    I know it is hard to write articles manually everyday, but
    there is solution for this. Just search in google for; servitu’s tricks

  6. Good post! I read your blog often and you always post excellent content. I posted this article on Facebook and my followers like it. Thanks for writing this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>