Memahami Undang-Undang Pers

Pengantar

 Undang-undang tentang Pers yang berlaku saat ini adalah UU No. 40/1999 yang disahkan oleh Presiden RI, BJ Habibie, tanggal 23 September 1999.  UU ini merupakan pengganti dari UU No. 21 tahun 1982 jo UU No 11 tahun 1966 yang  telah diubah dengan UU No 4 tahun 1967.

dewan-persUU No. 40/1999 hanya  mengatur mengenai media massa cetak, sedangkan media massa elektronik diatur dalam UU No. 32/2002 tentang Penyiaran. Namun khusus mengenai kegiatan wartawan, baik wartawan cetak, elektronik, maupun online mengacu pada UU No. 40/1999, utamanya pasal 17 ayat (2), wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

Continue reading

Anekdot – Gending Sriwijaya

Penayangan  film Gending Sriwijaya telah mempopulerkan salah satu bahasa daerah di Sumatera Selatan.  ‘Wong Kito’ mengenalnya sebagai ‘bahasa Lahat’, karena  digunakan oleh masyarakat Kabupaten Lahat.  

Secara sekilas bahasa Lahat mirip bahasa Melayu, terutama pada penggunaan hurup ‘e’ (baca ‘e’ seperti pada ‘petang’), namun bahasa tersebut spesifik daerah Lahat dan Lematang, sehingga penggunaannya di media massa bisa  menimbulkan salah paham bagi masyarakat daerah lain. Continue reading

Menulis Feature Profil

arje9Sesuai namanya, feature profile  merupakan tulisan yang menceritakan  profil tentang seorang yang menarik. Biasanya tentang mereka yang sukses atau memiliki pengalaman hidup yang pantas menjadi suri tauladan atau bisa membangkitkan inspirasi dan atau empati bagi banyak orang.  

Tokoh yang dipilih tidak harus orang terkenal (name makes news), tapi bisa saja orang di sekitar kita, yang pengalaman hidupnya pantas diceritakan kepada khalayak. Continue reading

Menjaga Citra Tentara

Belum hilang dalam ingatan, ketika anggota TNI AU Riau begitu beringas memukul fotografer Riau Pos, pertengahan Oktober 2012, sekarang kasus serupa terjadi di Ambon. Beberapa anggota Detasemen Kavaleri Kodam 16 Pattimura menganiaya wartawan Koran Harian Info Baru dan kontributor Kompas.com.  Continue reading

Kebelet Jadi Pahlawan

Cerita ini tidak ada hubungannya dengan kontoversi tentang pemberian gelar pahlawan — sekedar anekdot tentang seorang yang menjadi pahlawan karena kebetulan. 

Anekdot ini diceritakan oleh Jenderal Polisi (Pur) Chaerudin Ismail satu dasawarsa lalu, ketika penulis mengelola tabloid “Koran Publik”, milik beliau. Continue reading

Tips Hilangkan Galau Putus Cinta

Arje - Lubang BuayaBagi anak muda, malam Minggu belum tentu berakhir bahagia. Maka tiap Senin kita sering menemukan wajah galau karena baru mengalami putus cinta. Bahkan ada yang menganggap, seolah dunia sudah kiamat karena tidak ada lelaki/perempuan lain di dunia. Padahal Tuhan tidak pernah menciptakan manusia limited edition, pasti masih banyak lelaki/perempuan yang potensial menjadi pengganti.

Memang manusiawi kalau merasa sakit karena putus cinta. Apalagi bagi mereka yang telah begitu lama merajut harapan tiba-tiba menjadi berantakan. Tapi jangan berlebihan, karena hal itu tidak akan mengobati sakit hati Anda, bahkan akan membuat si dia besar kepala. Continue reading

Merancang Tulisan Menarik

Hal pertama yang harus disadari seorang penulis, tidak ada kontrak dari khalayak kalau mereka akan membaca tulisan kita. Khalayak berhak memilih, mana tulisan layak dibaca dan mana yang layak dianggap sampah. Pokoknya, merekalah yang menentukan apakah suatu tulisan menarik atau pantas diabaikan.

Untuk membuat tulisan menarik, dua hal yang harus dilakukan:

  1. Mencari topik yang menarik
  2. Menyajikan tulisan secara menarik Continue reading

Resiko Mengubah Takdir Tuhan

Tukul satu ini tak ada hubungannya dengan Tukul presenter “Bukan Empat Mata”. Meski wajahnya mirip, tapi Tukul yang saya ceritakan ini sangat misterius.  Mengaku anggota DPR, tapi tak pernah terlihat di sidang Komisi, apalagi di Paripurna. Mengaku multitalenta, tapi tak  jelas profesinya apa? 

Apalagi soal agama. Mau dibilang Islam, tapi tak pernah sholat. Dibilang Kristen tak pernah terlihat ke Gereja. Dibilang Hindu tak pernah pergi ke  Pura. Mau dibilang Budha tak kenal Vihara. Pokoknya dia mengaku manusia beragama. Continue reading

Waspada Kotoran Macan

Bagi Anda yang biasa ke gunung atau hutan, macan atau harimau sangat berbahaya. Di samping sosoknya yang menakutkan, kotorannya juga  harus diwaspadai. Di kampung saya ada ‘kepercayaan’, siapapun pernah menginjak kotoran macan akan sial:  akan mendapat pasangan (istri/suami) jelek. Continue reading

Tips Menjadi Reporter

Pada bagian akhir buku “Handbook for Third World Journalists” yang ditulis dan disunting oleh Albert L. Hester dan Wai Lan J. To (1987, p 215-217), disertakan satu “Appendix” dengan judul menarik “How to Find the News”.  Meski judulnya “Bagaimana Menemukan Berita”, tapi isinya lebih tepat merupakan tips lengkap untuk  menjadi reporter yang baik.

Kebakaran Tanah Abang

 

Intinya, siapapun yang ingin menjadi reporter  harus memiliki naluri ingin tahu yang besar.  Reporter tidak boleh malas, dia harus selalu tergerak untuk mengetahui apapun yang terjadi dan dibicarakan orang. Dia harus selalu bertanya: “Bagaimana kejadian sebenarnya?” dan “Mengapa hal itu bisa terjadi?”.

 

Maka bagi mereka yang tidak memiliki naluri ingin tahu, lebih baik jangan mimpi jadi reporter. Lebih baik cari profesi lain yang lebih cocok.

Pemalas juga  tidak cocok jadi reporter.  Seorang reporter harus menjadi pemburu berita (news hunter), karena bahan berita tidak mungkin tersedia di balik lemari pendingin atau muncul dengan sendirinya dari bawah tempat tidur. Berita itu harus diburu dan dikumpulkan dari berbagai tempat dan berbagai sumber berita. Continue reading

Senyum dan Bahagia

IMG-20170921-WA0002Senyum  bukan hanya indah, tapi  bisa jadi indikasi  bahagia.  Mereka yang jarang senyum umumnya karena kurang bahagia. Merasa ruang kehidupannya sempit, sehingga  tidak berdaya menghadapi luar lingkungannya. Ketika kehilangan sesuatu yang sangat berharga: kekasih, karier, atau harga diri,  dia langsung putus asa dan ada yang nekat mengakhiri hidupnya.

Contoh negara yang warganya banyak bunuh diri adalah Singapura,  karena warga  Singapura mahal senyum. Mereka jarang senyum karena ruang kehidupannya sangat sempit, sedangkan kondisi ekonominya membutuhkan ruang kehidupan yang luas.  Negara Singapura hanya seluas  710 kilometer persegi,  jauh lebih sempit dibanding Kabupaten Bogor! Status perekonomian Singapura jauh di atas Indonesia. Semua warga mereka punya mobil, tapi ketika  memacu kenderaannya di jalan raya, setengah jam saja sudah nyemplung ke laut atau mentok ke batas negara.

Beda dengan Republik Indonesia. Negara ini luas, terbentak dari Sabang ke Merauke dan dari Miangas ke Pulau Rote.  Jarak tempuh pesawat Sabang – Merauake sama dengan jarak Jakarta ke Jeddah, Saudi Arabia, yaitu sembilan jam penerbangan, sehingga perlu waktu seminggu jika ditempuh menggunakan mobil.  Maka tidak ada alasan bagi warga Indonesia berfikiran sempit, apalagi berfikir mau bunuh diri.

Mulai sekarang perbanyaklah  tersenyum, karena senyum  itu selain sehat juga ibadah.  Senyum juga  bisa menunjukkan suasana hati sedang bahagia. Apalagi bila senyuman itu bisa membuat kita tertawa renyah.  Insha Allah kebahagian bisa memperpanjang usia kita.

Menikmati Fajar dari Atas Awan

Berangkat fajar sebenarnya mengasyikkan, apalagi bagi saya yang selalu terpesona pada kemunculan matahari.  Foto-foto di bawah ini merupakan sebagian dari  hasil jepretan penulis dalam penerbangan antara Banjarmasin – Jakarta.  Nampak sekitar pukul 5.30 WIB  sinar matahari sudah muncul,  tapi belum mampu menembus gumpalan awan  sehingga belum bisa kita nikmati dari rumah. Continue reading

Orang Banjar Empat Istri

Anekdot ini disampaikan Ustadz H. Muhammad Arifin Ilham, seorang dai terkenal asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ketika berceramah di Mesjid Agung, Banjarmasin, 2008. Kebetulan saya  sempat mengikuti ceramah tersebut.

Di tengah ceramah tentang keluarga, Ustadz Arifin sempat menyampaikan anekdot yang membuat hadirin perempuan tersenyum kecut. “Saya gagal menjadi Orang Banjar!” ujarnya. Continue reading

Menulis Straight News

Straight News atau Spot News adalah berita yang ditulis apa adanya berdasarkan fakta yang   dilihat dan didengar di tempat kejadian. Dalam bahasa Indonesia disebut Berita Lempang (Lempang dalam bahasa Betawi berarti lurus/straight). Straight News selalu  ditulis secara terburu-buru agar cepat dimuat/disiarkan karena nilai beritanya sangat tergantung pada faktor aktualitas. Continue reading

Anekdot – Banggar, Setan, dan Aceng

Tarno,  paranoral anggota Banggar  yang biasa berhubungan dengan dunia astral sangat kesal melihat kesombongan kenalan barunya, sosok makhluk bernama setan.  “Memangnya sampeyan bisa apa pada manusia?”, tantangnya.

“Pokoknya saya bisa menggoda siapa saja”,  kata setan angkuh. “Saya bisa mengubah pejabat menjadi penjahat. Mengiring orang saleh menjadi pembuat salah.   Bahkan bisa menggoda Ajengan (Kyai) agar jadi bajingan!” Continue reading

Menulis Singkat dan Padat

Karya Jurnalistik selalu dimuat dalam media massa  yang memiliki ruang/waktu terbatas. Maka semua karya IMG_2536jurnalistik harus ditulis secara singkat dan padat. Tujuannya agar bisa menyampaikan semua informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam ruang/waktu yang tersedia.

Singkat, yaitu sedapat mungkin menulis kata, kalimat, maupun alinea secara singkat. Sedangkan padat artinya tidak menggunakan kata yang tidak perlu, apalagi mubazir. Penulisan singkat dan padat disebut  “menerapkan prinsip hemat kata”, yaitu  menyampaikan informasi selengkapnya menggunakan sedikit mungkin kata. Continue reading

Tips Berumah Tangga dari Haji Kirun

Kirun

Kirun

Masyarakat Indonesia tentu kenal  Kirun. Popularitas pemilik  nama lengkap Haji Muhammad  Syakirun ini mampu menembus nusantara, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Hongkong.

Meski sudah terkenal, Pak Haji (begitu dia biasa disapa)  tetap memilih domisili di Madiun. Sampai saat ini dia tidak tertarik pindah ke ibukota. “Jakarta terlalu sempit!”, ujarnya . “Enakan tinggal di Madiun,  bisa dapat rezeki Jakarta, tapi pengeluaran tetap daerah”, cetusnya sambil tertawa. Continue reading

Pornografi di Dunia Maya

Seorang  teman bertanya: “Mungkinkah menghindari pornografi di dunia maya?” Saya jawab: “Tidak!” Saya perlu menjawab tegas  karena  teman tersebut sedang galau. Anak laki-lakinya  yang  kelas satu  SMP minta disediakan internet. Dia ingin mengabulkan permintaan itu  agar anaknya cepat pintar, tapi khawatir akan memudahkan anaknya mengakses  pornografi di dunia maya. Continue reading

Beda Hemat dan Pelit

Kadang susah mengidentifikasi antara orang hemat dan orang pelit, karena perbedaannya tipis sekali. Sama-sama malas “mengeluarkan dompet”, apalagi harus mengeluarkan uang dari dompet.

arje3Sewaktu masih kecil, kala semua kebutuhan tergantung orang tua, kadang kita menuduh orang tua pelit karena menolak permintaan kita. Padahal kita tidak tahu, sesungguhnya mereka itu hemat karena harus hati-hati mengelola keuangan agar bisa membiayai semua anaknya.

Begitu juga ketika sekolah, kadang kita menuduh teman pelit karena jarang jajan, apalagi mentraktir teman lain. Padahal sesungguhnya dia itu hemat,  karena uang jajannya memang terbatas sehingga harus diatur agar bisa mencukupi keperluan.

Sebenarnya  ada petunjuk untuk membedakan antara orang hemat dan orang pelit. Orang hemat adalah mereka yang tidak mau mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu. Tapi untuk hal yang sangat perlu, meski mahal pasti akan diadakan. Orang hemat tidak pernah melakukan atau membeli sesuatu hanya karena gengsi. Continue reading

Wawancara Jurnalistik

Wawancara  adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak.  Satu pihak sebagai pewawancara (interviewer) atau pihak yang mengajukan pertanyaan.  Pihak lain sebagai orang yang diwawancarai (interviewee) atau yang menjawab pertanyaan. Wawancara merupakan salah satu cara  untuk memperoleh informasi dari manusia. Cara lain adalah dengan pengamatan (tingkah laku, kebiasaan), pengukuran (tinggi, berat), serta pengujian (kecakapan).

SumbawaKegiatan wawancara dilakukan untuk  kepentingan: 1)   interviewer, misalnya dilakukan pihak perusahaan terhadap calon karyawan, untuk menentukan apakah calon pantas menduduki posisi yang dibutuhkan; 2)  interviewee, misalnya oleh dokter kepada pasein, untuk menentukan jenis obat paling  tepat agar pasein cepat sembuh; 3)  dua pihak: interviewer dan interviewee, misalnya dilakukan pengacara kepada klien untuk menyusun pembelaan atau penuntutan; dan 4)  untuk pihak lain, misalnya yang dilakukan oleh peneliti  dan wartawan. Continue reading

Makanan Jumbo

Bagi pemburu kuliner (kata halus ‘doyan makan’), makanan itu hanya dua macam: enak dan enak sekali. Dari manapun asal makanan: Aceh, Batak, Padang, Palembang, Sunda, Yogyakarta, Solo, Madiun, Lamongan, Makasar, Lombok,  Bima, Banjarmasin, Manado,   semuanya enak

Namun bagi mereka yang memiliki perut ukuran biasa pasti akan kaget melihat masakan di bawah ini. Bukan karena tidak enak, tapi  porsinya terlalu banyak. Continue reading

Peliputan Berita

Pengantar

Kalau merujuk pada pengertian berita yang  penulis kemukakan, maka istilah pencarian berita tidak pas. Wartawan sebagai produsen berita, tidak mungkin mencari berita,  mereka hanya mencari bahan untuk membuat berita. Maka istilah paling tepat  adalah “pengadaan bahan berita”.

Dalam dunia jurnalistik,  kegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan Teguhbeberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting), merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus mengejar (memburu) sumber berita agar mendapatkan hasil yang diharapkan.  Ada lagi yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan berita dari berbagai sumber tersedia.

Ada pula yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun untuk istilah “reportase” lebih merujuk pada kegiatan peliputan terencana tentang tempat menarik, peristiwa penting yang terduga, atau situasi sangat ingin diketahui khalayak.

Paling populer,  istilah untuk pengadaan berita yang banyak digunakan wartawan adalah “peliputan berita”. Continue reading

Memahami Proses Terjadi Berita

Setiap waktu masyarakat diterpa bermacam berita dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, bahkan melalui akun jejaring sosial dan BlackBerry Mesenger.  Banyak berita tersebut yang berguna karena informasinya sangat dibutuhkan, namun tidak sedikit berita itu hanya layak menjadi sampah karena tidak akurat dan bahkan menyesatkan.

Tulisan ini memberi gambaran tentang proses terjadinya berita agar masyarakat bisa jelas  menilai berita yang disiarkan oleh media massa. Continue reading

Binatang Tak Boleh Dipelihara

“Tiga jenis binatang ini jangan dipelihara, yaitu: malas, minder, dan sombong”.   Demikian nasehat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik  kepada  para sarjana baru Universitas Esa Unggul, di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, awal Oktober lalu.  Nasehat  yang disampaikan Wacik  dalam orasi  ilmiah itu  perlu menjadi  pegangan bagi  generasi muda yang sedang bersiap memasuki dunia kerja. Continue reading