Anekdot – Gending Sriwijaya

Penayangan  film Gending Sriwijaya telah mempopulerkan salah satu bahasa daerah di Sumatera Selatan.  ‘Wong Kito’ mengenalnya sebagai ‘bahasa Lahat’, karena  digunakan oleh masyarakat Kabupaten Lahat.  

Secara sekilas bahasa Lahat mirip bahasa Melayu, terutama pada penggunaan hurup ‘e’ (baca ‘e’ seperti pada ‘petang’), namun bahasa tersebut spesifik daerah Lahat dan Lematang, sehingga penggunaannya di media massa bisa  menimbulkan salah paham bagi masyarakat daerah lain.

Coba perhatikan kalau ada dialog seperti ini:

Amran :  “Batak ape, Man?”

Arman : “Batak Anjing”

Amran : “Batak kemane?”

Arman : “Batak ke kandang”

Percakapan seperti ini bisa saja menimbulkan salah paham bagi orang Batak yang mendengarkan dialog tersebut, padahal Amran dan Arman tidak membicarakan tentang etnis. Kata ‘batak’ dalam bahasa Lahat berarti ‘bawa’, jadi ‘batak anjing’ artinya ‘membawa anjing’.

Begitu juga kalau ada dialog  antara Euis (gadis Sunda) dengan pacarnya, Amran (pria Lahat) seperti ini:

Euis      :  “Siapa orang  yang  kamu sayang?”

Amran : “Nenengku”.

Euis      : “Siapa?”

Amran : “Neneng”

Euis      : ?????

Pembicaraan seperti itu bisa saja menimbulkan salah paham, jika Euis menyangka ada cewek lain (Neneng) yang lebih disayang oleh Amran dibanding Euis. Padahal ‘neneng’ dalam bahasa Lahat  maksudnya ‘nenek’, maka kata  ‘nenengku’ berarti ‘nenekku’.

Rumah adat Palembang

Rumah adat Palembang di pinggir Sungai Musi dekat Jembatan Ampera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>